Keterangan awal menyebut api muncul dari sekitar ruang kemudi. Namun, penyebab kebakaran yang menewaskan lima orang itu masih menunggu hasil investigasi.
Api yang membakar KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Madura diduga pertama kali muncul dari bagian anjungan atau ruang kemudi kapal. Titik awal kebakaran tersebut masih diperiksa untuk memastikan sumber pemicu api.
“Kapal kebakaran dari anjungan atau ruang kemudi. Hingga kini penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan,” kata Kapolsek Bonto Bahari Ajun Komisaris Polisi Andi Hasanuddin dalam keterangan awal, Minggu, 2 Agustus 2026.
Keterangan itu baru menunjukkan lokasi awal api, bukan penyebab kebakaran. Belum diketahui apakah api dipicu gangguan kelistrikan, kerusakan mesin, bahan mudah terbakar, atau faktor lain.
Kapal milik PT Atosim Lampung Pelayaran tersebut sedang berlayar dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menuju Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar. Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 06.00 hingga 07.00 WIB.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Surabaya menerima laporan darurat pada pukul 08.24 WIB dari Syahbandar Tanjung Perak dan pihak operator. Nakhoda sempat melaporkan kapal terbakar sebelum komunikasi terputus.
“Setelah itu nakhoda tidak dapat dihubungi kembali,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Surabaya Nanang Sigit.
Api Menjalar ke Hampir Seluruh Kapal
Api kemudian menjalar dan membakar sebagian besar badan kapal. Asap hitam tebal memaksa penumpang berkumpul di anjungan dan haluan, sedangkan sebagian lainnya melompat ke laut untuk menyelamatkan diri.
Kapal tunda TB Hasnur 26 dan British Mentor mengevakuasi penumpang yang berada di laut. Sejumlah kapal lain juga merapat untuk membantu operasi penyelamatan.
“Hasil komunikasi menunjukkan kondisi kapal hampir terbakar habis dan penumpang berada di anjungan dan haluan,” ujar Nanang.
KMP Mutiara Sentosa 2 tercatat membawa 271 orang, terdiri atas 232 penumpang dan 39 awak kapal. Hingga Minggu sore, tim gabungan mencatat 225 orang selamat dan lima orang meninggal dunia. Sebanyak 41 orang lainnya masih dalam pencarian.
Data tersebut masih dapat berubah setelah petugas mencocokkan manifes kapal dengan identitas korban yang dievakuasi oleh kapal-kapal penolong.
Polisi dan KNKT Selidiki Penyebab
Direktorat Polisi Perairan dan Udara Polda Jawa Timur mengirim tujuh penyelidik ke lokasi. Mereka akan mengumpulkan keterangan awak kapal dan penumpang, memeriksa dokumen pelayaran, serta mengamankan temuan yang dapat menunjukkan sumber kebakaran.
Pemerintah juga berkoordinasi dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk melakukan investigasi keselamatan. Pemeriksaan akan mencakup kondisi kapal sebelum berlayar, sistem kelistrikan dan proteksi kebakaran, penanganan keadaan darurat, serta kemungkinan kaitan antara muatan kapal dan penyebaran api.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan penyebab kebakaran akan diumumkan setelah investigasi selesai.
“Terkait transportasi laut, keselamatan adalah yang utama. Kami akan memastikan seluruh armada kapal dalam kondisi laik berlayar karena keselamatan penumpang adalah prioritas nomor satu,” kata Agus.***