Tujuh dari 19 orang yang diamankan dibawa ke Jakarta. KPK menyita uang ratusan juta rupiah dalam operasi terkait sejumlah proyek pemerintah daerah.
Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini bersama enam orang lainnya di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa, 21 Juli 2026. Mereka dibawa dari Nusa Tenggara Barat setelah terjaring operasi tangkap tangan sehari sebelumnya.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan tim penindakan semula mengamankan 19 orang dari sejumlah lokasi di Lombok Barat. Tujuh orang kemudian diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.
“Dalam rangkaian peristiwa tangkap tangan tersebut, tim mengamankan sejumlah 19 orang, kemudian tujuh di antaranya malam ini dibawa ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta,” kata Budi, Senin malam, 20 Juli 2026.
Lalu Ahmad tiba di Gedung Merah Putih KPK pada Senin malam. Ia mengenakan kemeja, jaket, topi, dan masker serta tidak menjawab pertanyaan wartawan yang menunggunya.
Uang Ratusan Juta Rupiah Disita
KPK menyatakan operasi tersebut berkaitan dengan dugaan penerimaan uang dalam pelaksanaan sejumlah proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Namun, lembaga antirasuah itu belum mengungkap paket proyek maupun pihak pemberi uang.
Selain mengamankan sejumlah orang, tim KPK menyita uang tunai dalam pecahan rupiah dan sejumlah dokumen. Nilai uang yang ditemukan masih dihitung secara terperinci.
“Sampai dengan saat ini, uang yang diamankan senilai ratusan juta rupiah,” ujar Budi.
Dalam rangkaian operasi, petugas KPK juga menyegel ruang kerja Bupati Lombok Barat dan sejumlah ruangan lain di kompleks pemerintah kabupaten. Penyegelan dilakukan untuk menjaga dokumen dan barang yang berkaitan dengan perkara.
KPK belum mengonfirmasi bahwa perkara tersebut secara khusus terkait proyek pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. Identitas enam orang yang dibawa bersama Lalu Ahmad juga belum diumumkan.
Status Hukum Belum Diumumkan
KPK masih memeriksa para pihak untuk menentukan status hukum dan menyusun konstruksi perkara. Hingga Selasa pagi, lembaga tersebut belum mengumumkan tersangka maupun pasal yang akan diterapkan.
Operasi di Lombok Barat menjadi operasi tangkap tangan ke-17 yang dilakukan KPK sepanjang 2026. Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto sebelumnya membenarkan penangkapan Lalu Ahmad, tetapi belum menjelaskan peran bupati tersebut dalam dugaan perkara.
KPK diperkirakan mengumumkan hasil pemeriksaan awal, identitas pihak yang ditetapkan sebagai tersangka, serta barang bukti setelah proses gelar perkara selesai.***