Lenovo Legion Y700 Infinite, tablet gaming berukuran mini dengan layar OLED 8,4 inci berkecepatan penyegaran 165 Hz, dinilai sebagai salah satu tablet mini paling bertenaga saat ini oleh seorang pengulas.
Penilaian itu disampaikan dalam video yang diunggah kanal AD REVIEW di YouTube pada 12 September 2026. Unit yang diulas dibeli langsung di China dan belum dijual resmi di Indonesia.
Layar OLED dan konektivitas 5G
Menurut pengulas, Legion Y700 generasi kelima versi Infinite mengatasi dua kelemahan terbesar pendahulunya. Pertama, layar kini memakai panel fleksibel OLED berukuran 8,4 inci beresolusi 2,5K dengan refresh rate 165 Hz, kecerahan puncak 4.000 nit, dan cakupan warna 100% DCI-P3. Layar ini mendukung Dolby Vision dan Dolby Atmos.
Lenovo Legion Y700 AI Bawa OLED 165 Hz dan 5G
Laju sampel sentuh disebut mencapai 3.400 Hz, dibandingkan 480 Hz pada Legion Y700 generasi sebelumnya. Kedua, tablet ini menawarkan 5G dengan dual SIM standby yang memadukan SIM fisik dan eSIM, serta mendukung telepon dan SMS.
Pengulas menyebut eSIM bekerja sama dengan operator China sehingga tidak dapat digunakan saat ia mencoba di Indonesia. Slot kartu juga hanya untuk satu SIM dan tidak mendukung microSD, meski tersedia pilihan penyimpanan hingga 1 TB.
Performa, baterai, dan kamera
Tablet ini memakai Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang dioverclock hingga 4,74 GHz, dibandingkan 4,6 GHz pada versi biasa. Varian yang diuji berkapasitas RAM 12 GB dan penyimpanan 256 GB UFS 4.1 Pro. Dalam uji AnTuTu, pengulas memperoleh skor di atas 4,4 juta. Ia mengaku heran karena Red Magic Astra 2 meraih skor lebih tinggi meski tidak memakai chipset overclock, dan menduga perbedaannya ada pada sistem operasi.
Dalam pengujian gim, Wuthering Waves pada preset sangat tinggi 60 fps disebut berjalan tanpa penurunan frame, dan suhu bodi tidak menyentuh 40 derajat Celsius. Mobile Legends pada 120 fps juga lancar, dengan dukungan bypass charging. Lewat emulator, Red Dead Redemption 2 mencapai sekitar 50 fps dengan sesekali tersendat, sedangkan Hollow Knight: Silksong versi PC mencapai sekitar 140 fps. Pengulas menegaskan uji gim PC itu hanya untuk pembuktian kemampuan.
Perangkat berbasis ZUI 2 dengan Android 16 ini dilengkapi layanan Google dan Play Store, serta mode PC saat disambungkan ke monitor. Bobotnya 298 gram dengan ketebalan 6,5 mm. Baterai berkapasitas sekitar 7.470 mAh disebut turun sekitar 12% setelah sejam bermain Mobile Legends dan sekitar 4% setelah sejam menonton YouTube. Pengisian daya 68 watt mengisi 80% dalam 30 menit dan penuh sekitar 50 menit.
Kamera belakang 50 megapiksel dapat merekam 4K 30 fps dengan hasil stabil, sedangkan kamera depan 8 megapiksel merekam hingga Full HD 30 fps. Konektivitas mencakup Wi-Fi 7, Bluetooth 5.4, dan sensor sidik jari di tombol daya.
Belum resmi di Indonesia
Sulit mencari kelemahan tablet ini selain eSIM yang belum dapat dipakai di Indonesia dan ketiadaan slot microSD. Ia berharap perangkat ini segera dipasarkan resmi dengan eSIM yang kompatibel dengan semua operator. Hingga artikel ini ditulis, belum ada informasi harga dan jadwal peluncuran resmi di Indonesia dari video tersebut.***