Teknologi

WAICO Buka Akses Awal AI Global, Indonesia Incar Ekonomi Digital US$600 Miliar

WAICO Buka Akses Awal AI Global, Indonesia Incar Ekonomi Digital US$600 Miliar
WAICO memberi Indonesia akses awal dalam tata kelola AI global. Airlangga menargetkan ekonomi digital nasional mencapai US$600 miliar.

WAICO membuka peluang baru bagi Indonesia untuk terlibat dalam penyusunan tata kelola kecerdasan buatan dunia sekaligus memperkuat target pertumbuhan ekonomi digital nasional hingga ratusan miliar dolar AS.

Indonesia resmi menjadi salah satu negara pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO). Status tersebut memberi akses awal bagi pemerintah untuk ikut menentukan arah pengembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di tingkat global.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan posisi sebagai founding member membuat Indonesia dapat terlibat langsung dalam berbagai pembahasan strategis terkait perkembangan AI dunia.

Menurut Airlangga, langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia mengambil peran aktif dalam tata kelola AI internasional. Selain itu, pemerintah ingin memastikan teknologi tersebut berkembang secara aman dan inklusif.

Indonesia Perkuat Posisi di Tata Kelola AI Dunia

Dalam konferensi pers virtual dari Shanghai, China, Jumat (17/7), Airlangga menegaskan bahwa Indonesia tidak ingin tertinggal dalam perkembangan teknologi yang diperkirakan menjadi penggerak ekonomi global.

Dengan menjadi founder kita tentu mempunyai akses pertama terhadap seluruh pembicaraan mengenai perkembangan daripada AI itu sendiri,” kata Airlangga.

Ia menjelaskan WAICO dibentuk dalam kerangka Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Karena itu, organisasi tersebut mengusung prinsip pengembangan AI yang inklusif, aman, tepercaya, serta berpusat pada manusia.

Di sisi lain, Indonesia juga menolak dominasi teknologi oleh kelompok atau negara tertentu. Airlangga menegaskan pemerintah mendukung pengembangan AI yang beretika dan mampu menjembatani kesenjangan digital global.

AI diharapkan menjadi jembatan, bukan menjadi digital divide, tetapi menjadi jembatan untuk kebersamaan,” ujarnya.

Tak hanya itu, pemerintah memproyeksikan perkembangan AI akan mempercepat pertumbuhan ekonomi digital nasional. Saat ini, nilai ekonomi digital Indonesia diperkirakan mencapai US$130 miliar.

Menurut Airlangga, angka tersebut berpotensi meningkat menjadi US$366 miliar pada 2030. Sementara itu, implementasi ASEAN Digital Economic Framework Agreement (DEFA) diperkirakan dapat mendorong nilainya hingga sekitar US$600 miliar.

Ia menjelaskan DEFA ditargetkan ditandatangani pada masa keketuaan Filipina tahun ini. Melalui kerja sama tersebut, ekonomi digital ASEAN diproyeksikan melonjak dari sekitar US$1 triliun menjadi US$2 triliun.

Sebelumnya, Airlangga menandatangani dokumen pembentukan WAICO di sela World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 di Shanghai. Dalam agenda yang sama, ia turut menghadiri pertemuan tingkat tinggi bersama Presiden China Xi Jinping dan Sekretaris Jenderal PBB António Guterres.

Dokumen itu menjadi dasar pembentukan WAICO sebagai organisasi internasional antarpemerintah yang independen serta memiliki personalitas hukum internasional.***