Pemerintah menyiapkan kembali bantuan subsidi upah (BSU) bagi 13,3 juta pekerja sebagai bagian dari program kuartal keempat. Bantuan itu diberikan Rp300.000 per bulan selama tiga bulan, sehingga totalnya Rp900.000 per penerima.
"Pemerintah akan memberikan lagi bantuan subsidi upah," kata Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, usai rapat bersama Presiden, di Istana, Jakarta, Rabu (30/9/2026).
Tiga Program untuk Kuartal Keempat
Rapat membahas sejumlah program yang disiapkan untuk kuartal keempat. Program pertama adalah pembukaan rekening bagi warga negara berusia di atas 17 tahun. Program ini diarahkan kepada kelompok desil 1 sampai desil 4.
Program kedua adalah bantuan pangan berupa beras 10 kilogram untuk tiga bulan. Penyalurannya disebut dilakukan sekali, untuk periode Oktober dan Desember. Bantuan ini ditujukan bagi 33.244.408 keluarga penerima manfaat (KPM) di desil 1 sampai 4. Kebutuhan anggarannya diperkirakan sekitar Rp17,5 triliun.
Rincian BSU dan Anggaran
Program ketiga adalah BSU. Bantuan ini diberikan satu kali untuk tiga bulan, dengan nilai Rp300.000 per bulan. Penerimanya diperkirakan 13,3 juta pekerja. Kebutuhan anggarannya diperkirakan hampir Rp12 triliun.
Program kuartal keempat memadukan tiga bentuk dukungan. Pembukaan rekening menyasar warga dewasa di kelompok desil bawah. Bantuan pangan menyasar keluarga di desil 1 sampai 4. BSU menyasar pekerja.
Total Paket dan Proses Verifikasi
Total anggaran paket bantuan kuartal IV 2026 diperkirakan mencapai sekitar Rp31 triliun. Paket itu mencakup pembukaan rekening, bantuan pangan, dan BSU. Menurut Warta Ekonomi, Airlangga juga menyebut pemerintah mulai menyiapkan program yang akan dilanjutkan pada 2027, yakni magang, vokasi, insentif pajak bagi pekerja, dan dukungan sektor perumahan.
Alokasi pagu tersebut masih dimatangkan dan menunggu penerbitan Peraturan Menteri Keuangan (PMK). Media itu juga melaporkan, setiap rekening yang dibuka akan mendapat saldo awal Rp50 ribu. Alokasi subsidi pemerintah untuk program rekening masih difinalisasi.
Pemerintah masih memverifikasi jumlah calon penerima bersama kementerian terkait. "Nah nanti angkanya sedang di cross-check dengan kementerian terkait," kata Airlangga.
program-program itu disiapkan untuk menjaga daya beli masyarakat.***