Tiket kereta ekonomi komersial diskon 30 persen mulai berlaku hari ini. Penghematan ongkos perjalanan berpotensi berpindah ke warung makan, hotel, angkutan lokal, dan usaha kecil di kota tujuan.
Diskon 30 persen untuk tiket kereta api kelas ekonomi komersial mulai berlaku Sabtu, 20 Juni 2026, bertepatan dengan awal masa libur sekolah di sejumlah daerah.
Program stimulus pemerintah itu berlaku untuk perjalanan hingga 5 Juli 2026. Tiket dapat dibeli melalui seluruh kanal resmi KAI, termasuk aplikasi Access by KAI, selama kuota masih tersedia.
PT Kereta Api Indonesia menyiapkan 1.174.624 kursi untuk program tersebut. Hingga Rabu, 17 Juni 2026 pukul 10.00 WIB, sebanyak 331.463 tiket telah terjual atau 28,22 persen dari total kursi yang disediakan.
Artinya, masih ada 843.161 kursi yang dapat diperebutkan calon penumpang selama dua pekan masa libur sekolah.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan program itu dihadirkan untuk memberi pilihan perjalanan yang lebih terjangkau ketika kebutuhan mobilitas keluarga meningkat.
"Melalui program diskon 30 persen ini, KAI ingin memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk menikmati perjalanan yang aman, nyaman, dan terjangkau menggunakan kereta api," kata Anne dalam keterangan resmi, Kamis, 4 Juni 2026.
Diskon hanya berlaku untuk kereta ekonomi komersial. Tarif khusus tidak masuk program ini dan potongan harga tidak dapat digabung dengan reduksi atau diskon lain.
Uang Tiket Bisa Berpindah ke Warung
Potongan tarif kereta tidak hanya meringankan ongkos penumpang. Ada uang yang berpotensi bergeser dari tiket ke belanja lain di kota tujuan.
Misalnya, keluarga beranggotakan empat orang yang semula membayar total tiket Rp1,2 juta dapat menghemat sekitar Rp360.000 dengan diskon 30 persen. Uang itu bisa berubah menjadi biaya makan, transportasi dari stasiun, penginapan murah, tiket wisata, atau oleh-oleh.
Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih mengatakan akses transportasi yang lebih murah diharapkan memberi efek berantai terhadap ekonomi daerah.
"Dengan biaya transportasi yang lebih efisien, masyarakat diharapkan memiliki ruang lebih luas untuk mengalokasikan anggaran bagi kegiatan liburan," kata Feni di Yogyakarta, Sabtu, 6 Juni 2026.
Ia menyebut sektor yang dapat ikut terdorong mencakup pariwisata, perhotelan, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah di sekitar destinasi maupun stasiun.
Data pemesanan KAI menunjukkan arus perjalanan memang terkonsentrasi ke kota-kota dengan aktivitas wisata, pendidikan, dan perdagangan. Stasiun Yogyakarta, Lempuyangan, Semarang Tawang, Bandung, Malang, dan Pasar Senen masuk titik dengan volume perjalanan tinggi pada periode program ini.
Kota-kota tersebut memiliki satu kesamaan: penumpang tidak berhenti di stasiun. Mereka melanjutkan perjalanan dengan becak, ojek, angkutan umum, kendaraan sewa, lalu membelanjakan uangnya di hotel, rumah makan, pusat oleh-oleh, pasar tradisional, hingga tempat wisata.
Liburan Tidak Otomatis Lebih Murah
Diskon tiket kereta tetap perlu dibaca secara utuh. Ongkos perjalanan antarkota memang turun, tetapi biaya liburan secara keseluruhan belum tentu ikut murah.
Tarif hotel dapat naik ketika permintaan kamar melonjak. Harga kendaraan sewa, transportasi lokal, makanan di kawasan wisata, hingga tiket masuk tempat rekreasi juga bisa menggerus penghematan dari tiket kereta.
Karena itu, calon penumpang perlu menghitung biaya perjalanan dari rumah hingga kembali pulang, bukan hanya membandingkan harga tiket kereta.
KAI mencatat keberangkatan 20 Juni telah dipesan 42.017 pelanggan, sedangkan 21 Juni mencapai 40.294 pelanggan. Tingginya pemesanan pada awal periode liburan menunjukkan masyarakat mulai bergerak lebih awal untuk wisata, kunjungan keluarga, dan perjalanan antarkota.
Bagi kota tujuan, diskon kereta bukan sekadar potongan tarif. Ia bisa menjadi pintu masuk bagi uang belanja keluarga untuk berputar lebih lama di warung makan, penginapan, transportasi lokal, dan usaha kecil yang hidup dari kedatangan wisatawan.***
Ilustrasi Foto Utama: Diskon tiket kereta memberi ruang belanja lebih besar bagi keluarga, yang kemudian berputar ke warung makan, transportasi lokal, penginapan, dan usaha kecil di kota tujuan.(AI Generate)