Nasional

Airlangga Ultimatum PLN: Pemadaman Listrik Harus Beres Akhir Juni

Airlangga Ultimatum PLN: Pemadaman Listrik Harus Beres Akhir Juni
Airlangga memberi tenggat PLN untuk mengakhiri pemadaman bergilir di Jawa sebelum Juni berakhir. (Ilustrasi AI Generate)

Menko Airlangga beri tenggat akhir Juni kepada PLN untuk menghentikan pemadaman bergilir di Jawa. Dirut PLN klaim frekuensi pemadaman sudah berkurang sejak 21 Juni 2026.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendesak PT PLN (Persero) menuntaskan pemadaman listrik bergilir di Pulau Jawa paling lambat akhir Juni 2026.

"Ya, tentu sangat berpengaruh. Tapi kami sudah minta kemarin PLN, kami sudah rapatkan dengan Menteri ESDM. Harapannya sih Juni ini bisa diselesaikan," kata Airlangga di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (22/6/2026).

Airlangga menegaskan pemadaman berdampak langsung pada aktivitas ekonomi masyarakat. Desakan itu disampaikan usai koordinasi bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia.

Merespons tekanan pemerintah, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyatakan frekuensi pemadaman bergilir sudah berkurang sejak Minggu (21/6/2026).

Dua Pembangkit Besar Tiba-tiba Keluar Sistem

Darmawan mengungkap dua penyebab utama krisis kelistrikan ini. Pertama, gangguan teknis pada dua pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) besar milik mitra penyedia listrik swasta (independent power producer/IPP) yang terpaksa keluar dari sistem Jawa.

"Kami mengerahkan tim PLN bersama-sama dengan tim mitra kami agar perbaikan dua PLTU besar ini bisa berjalan dengan cepat," kata Darmawan dalam konferensi pers, Jumat (19/6/2026).

Kedua, menipisnya pasokan batu bara kalori menengah untuk sejumlah PLTU. Bahlil menyebut akar masalahnya adalah selisih lebar antara harga batu bara untuk kebutuhan domestik (domestic market obligation/DMO) dan harga pasar.

"Harga jual ke PLN itu untuk perusahaannya sudah tidak ada. Itulah yang menjadi masalah," kata Bahlil dalam rapat kerja di Komisi XII DPR, Senin (15/6/2026).

Pasokan Batu Bara Diklaim Aman

Bahlil memastikan pasokan batu bara untuk Juni 2026 masih mencukupi. PLN telah mengontrak 134 juta ton dari total kebutuhan 154 juta ton sepanjang tahun ini.

Pemadaman bergilir berlangsung selama periode 8 hingga 19 Juni 2026 di berbagai provinsi Jawa, termasuk Jakarta, Yogyakarta, Bekasi, dan Tangerang Selatan.

PLN menegaskan kondisi ini bersifat sementara. Pemadaman akan dihentikan secara bertahap seiring perbaikan dua PLTU dan normalisasi pasokan batu bara.***