Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengumumkan harga BBM baru bersulfur rendah resmi berlaku mulai 1 Juli 2026. Dia memastikan harga Pertamax Cs lebih murah dari yang beredar saat ini.
Pemerintah memastikan bahan bakar minyak rendah sulfur mulai dijual serentak pada 1 Juli 2026. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menjanjikan harganya lebih murah dibandingkan BBM sekelasnya yang beredar saat ini.
Bahlil menjelaskan, kebijakan ini merupakan amanat langsung Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah ingin masyarakat menikmati BBM berkualitas lebih baik dengan harga terjangkau sekaligus menekan polusi udara.
"Masyarakat tidak perlu khawatir. Justru BBM baru ini lebih murah, lebih bersih, lebih bagus untuk mesin," ujar Bahlil di Jakarta, Jumat (19/6/2026).
Rincian Harga Mulai 1 Juli
Bahlil merinci sejumlah harga BBM yang akan berlaku per 1 Juli 2026. Pertamax (RON 92) dipatok sekitar Rp12.500 per liter, lebih rendah dari harga yang kini berkisar Rp13.500 per liter.
Pertamax Turbo (RON 98) akan dijual dengan harga sekitar Rp14.800 per liter. Sementara itu, Pertamina Dex diperkirakan berada di kisaran Rp13.500 per liter.
Seluruh produk BBM baru itu memiliki kadar sulfur di bawah 50 bagian per juta, sesuai standar Euro 4 yang diwajibkan melalui regulasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Bahlil memastikan Pertamina telah menyiapkan infrastruktur distribusi di seluruh Indonesia.
"Pertamina sudah siap. Kilang-kilang kita sudah bisa memproduksi BBM rendah sulfur ini. Tinggal jalankan saja," tegas Bahlil.
Subsidi Tepat Sasaran
Pemerintah juga memastikan subsidi tetap diberikan untuk jenis BBM tertentu. Bahlil mengatakan skema subsidi akan diumumkan bersamaan dengan pemberlakuan harga baru pada 1 Juli.
Ia menegaskan tidak akan ada kelangkaan karena produksi dalam negeri sudah mencukupi. Stok nasional disebut aman untuk lebih dari 20 hari ke depan.***
* Foto: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia ketika menyampaikan keterangan tentang rencana peluncuran BBM murah, Jumat (20/6/2026). (Tangkapan Layar Instagram Bahlil Lahadalia)