Daerah

Polda Jabar Buru TH, Hotman Paris Kawal Kasus YTR

Polda Jabar Buru TH, Hotman Paris Kawal Kasus YTR
TH diduga Pelaku Penyekapan Wanita di Bandung selama 3 Tahun

Polda Jawa Barat masih memburu TH, terduga pelaku kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap YTR (29). Kasus yang diduga berlangsung selama tiga tahun ini menyita perhatian publik setelah korban ditemukan dalam kondisi kritis di sebuah kamar kost di Cileunyi, Kabupaten Bandung.

YTR kini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Di tengah proses penyelidikan yang berjalan, pengacara Hotman Paris Hutapea bersama tim Hotman 911 menyatakan ikut mengawal kasus tersebut.

Polda Jabar Masih Memburu TH

TH diduga melakukan penyekapan dan penganiayaan terhadap YTR dalam kurun waktu yang panjang. Saat ditemukan, korban dilaporkan mengalami luka serius dan merintih kesakitan.

Kasus ini memicu perhatian luas karena dugaan kekerasan terjadi dalam waktu yang tidak singkat. Situasi semacam itu kerap memunculkan pertanyaan mengapa kasus baru terungkap setelah korban berada dalam kondisi berat.

Dalam kasus kekerasan yang berlangsung lama, korban sering mengalami keterbatasan akses untuk meminta bantuan, baik karena kontrol dari pelaku, tekanan psikologis, maupun keterisolasian dari lingkungan sekitar.

Hotman Paris Turun Mengawal Kasus YTR

Perhatian terhadap kasus YTR juga datang dari pengacara Hotman Paris Hutapea. Melalui akun Instagram miliknya, ia membagikan sejumlah foto terkait kasus tersebut.

Unggahan itu memuat dokumentasi kondisi kamar kost saat korban ditemukan serta identitas terduga pelaku yang dibagikan kepada publik.

Langkah tersebut kemudian memicu respons luas dari warganet yang memenuhi kolom komentar dengan dukungan terhadap upaya pengawalan kasus.

Pendampingan hukum juga diberikan melalui tim Hotman 911.

"Saya mendapatkan tugas dari Bapak Hotman Paris untuk ikut mengawal kasus ini dan memberikan pendampingan hukum secara gratis untuk pihak keluarga korban," ungkap Perwakilan Hotman 911, Pangeran Reza Pramadia.

Dugaan Korban Lain Mulai Muncul

Tim pendamping hukum juga mengungkap adanya informasi awal mengenai kemungkinan korban lain yang diduga mengalami perlakuan serupa.

"Yang saya tahu sih ada (korban) dari Garut ya, tapi yang lain masih belum pasti karena belum ada laporan resmi dari kepolisian," ujarnya.

Informasi tersebut masih memerlukan proses verifikasi lebih lanjut karena belum terdapat laporan resmi dari aparat penegak hukum.

Tim Hotman 911 meminta aparat mengusut perkara secara menyeluruh dan segera menangkap terduga pelaku.

"Harapan kita sih terduga pelaku bisa segera tertangkap. Dan juga untuk korban-korban lainnya bisa ikut melapor," pungkasnya.

 Proses penangkapan terduga pelaku kini menjadi titik penting berikutnya. Selain penegakan hukum, perkembangan kasus ini juga dapat menentukan apakah ada korban lain yang nantinya ikut melapor.***