Ekonomi & Bisnis

Modal Asing Masuk, Rupiah Menguat

Modal Asing Masuk, Rupiah Menguat

Dana asing kembali masuk ke SRBI dan SBN setelah BI menaikkan suku bunga. Rupiah pun bergerak menjauhi tekanan Rp18.000 per USD.

Arus modal asing kembali masuk ke pasar keuangan Indonesia setelah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan untuk menahan tekanan rupiah.

Respons investor terlihat pada meningkatnya minat terhadap Sekuritas Rupiah Bank Indonesia dan Surat Berharga Negara. Arus masuk itu ikut membantu rupiah bergerak menjauhi level psikologis Rp18.000 per USD.

Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan investor asing merespons positif kebijakan pengetatan moneter bank sentral. Minat terbesar terlihat pada lelang SRBI bertenor hingga satu tahun.

Data yang mengutip BI menunjukkan aliran modal asing ke SRBI dan SBN pada 10–11 Juni 2026 mencapai sekitar Rp19,02 triliun. Rinciannya, Rp15,11 triliun masuk ke SRBI dan Rp3,91 triliun ke SBN.

Daya Tarik Aset Rupiah Naik

Masuknya dana asing terjadi setelah BI menaikkan suku bunga acuan secara agresif sejak Mei 2026. Kenaikan imbal hasil membuat aset rupiah kembali menarik di tengah ketidakpastian pasar global.

Pada RDG 17–18 Juni 2026, BI kembali menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Suku bunga Deposit Facility naik menjadi 4,75 persen dan Lending Facility menjadi 6,50 persen.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut langkah itu ditempuh untuk memperkuat stabilitas rupiah dan menjaga inflasi 2026–2027 tetap dalam sasaran 2,5±1 persen.

Rupiah Belum Lepas Tekanan

Rupiah sebelumnya sempat tertekan hingga menembus Rp18.000 per USD pada awal Juni. Setelah BI menaikkan bunga dan menjaga daya tarik instrumen domestik, rupiah menguat ke kisaran Rp17.930 per USD.

Meski begitu, penguatan rupiah belum sepenuhnya aman. Arah suku bunga negara maju, konflik geopolitik, dan kepercayaan investor terhadap ekonomi Indonesia masih menjadi faktor penentu.

Bank sentral menyatakan akan terus menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi terukur di pasar spot, domestik, dan luar negeri.***