IHSG melonjak 3,18 persen ke level 6.198 pada perdagangan Senin pagi. Terdorong oleh sentimen positif debut perdana saham SpaceX di bursa global.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan hari ini langsung pamer performa gemilang. Sebagaimana dikutip dari data perdagangan real-time Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks domestik melesat tajam 3,18 persen dan nyaman bertengger di level 6.198,47 setelah beberapa waktu lalu sempat bergerak lesu.
Meroketnya indeks acuan nasional ini tidak lepas dari dinamika finansial global. Sentimen positif dipicu oleh suksesnya penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO) perusahaan antariksa milik Elon Musk, SpaceX, di bursa saham dunia akhir pekan lalu.
Mengutip laporan Bursa Saham Wall Street, saham SpaceX tercatat terbang tinggi hingga melonjak 19 persen pada hari pertama perdagangan. Momentum ini terjadi bersamaan dengan meredanya tensi geopolitik Timur Tengah yang, dikutip dari rilis resmi Reuters, ditandai dengan dibukanya kembali jalur laut bebas Selat Hormuz oleh AS dan Iran, sehingga memicu optimisme massal para pelaku pasar modal.
Aliran Dana Asing Masuk BEI
Keberhasilan luar biasa korporasi global tersebut memicu efek domino berupa aliran dana asing (foreign inflow) yang mengalir deras ke negara-negara berkembang (emerging markets) dengan fundamental ekonomi kokoh.
Indonesia menjadi salah satu target investasi paling menarik di Asia Tenggara. Dikutip dari laporan berkala Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia baru saja mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang kuat di angka 5,6 persen pada kuartal pertama tahun ini. Kondisi makro yang sehat ini menjadi magnet bagi para pengelola dana kakap.
Suntikan modal segar dari investor luar negeri tersebut langsung dialokasikan ke jajaran saham berkapitalisasi besar (blue chip) di lantai bursa. Sektor perbankan, telekomunikasi, hingga infrastruktur kompak menghijau.
Investor Diminta Tidak FOMO
Melompatnya indeks di awal pekan ini menjadi angin segar sekaligus momentum pemulihan bagi para investor ritel lokal yang aset portofolionya sempat mengalami penurunan nilai atau memerah dalam beberapa pekan terakhir.
Kendati demikian, para pelaku pasar modal, khususnya generasi muda, diimbau tetap rasional dan tidak terjebak dalam aksi beli impulsif akibat takut kehilangan momen (Fear of Missing Out/FOMO).
Manajemen portofolio yang terukur tetap menjadi kunci utama dalam menghadapi dinamika volatilitas saham hulu, mengingat pasar keuangan global selalu bergerak dinamis dan rawan terkena aksi ambil untung (profit taking) sewaktu-waktu.***
