Ketua Umum Golkar mengancam menyomasi penuduh pertemuan dengan jenderal polisi. Di hari yang sama, poster Munaslub menyeret nama Ahmad Doli Kurnia.
Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengancam menyomasi pihak yang menuduhnya menemui sejumlah jenderal polisi tiga jam sebelum mereka ditangkap. Ia memberi tenggat 3x24 jam untuk klarifikasi.
Ancaman itu disampaikan Bahlil saat melantik pengurus DPD Golkar Maluku di Ambon, Sabtu, 7 November 2026. Para jenderal itu kini tersangka penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto.
Pada Selasa (3/11), Bareskrim Polri menetapkan Jenderal Listyo Sigit Prabowo, mantan Kapolri yang dicopot dari Kepala Staf Presiden, sebagai tersangka. Tiga jenderal lain menyusul.
Menurut penyidik, penyadapan diduga berlangsung sepanjang 2025–2026 tanpa prosedur resmi, menyasar Presiden, pejabat, politikus, media, hingga pengusaha.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menduga kasus ini berpotensi mengarah ke tindak pidana makar.
Tuduhan Tiga Jam Tanpa Nama Penuduh
Bahlil mengaku baru mengetahui namanya diseret setelah mendarat dari penerbangan pagi. Menurut dia, cerita itu dikarang oleh pihak yang tidak diketahuinya.
Ia meminta penuduh membuktikan ucapannya. “Kalau tidak, saya akan somasi,” Bahlil menegaskan.
Bahlil tidak menyebut nama penuduh. Ia hanya menggambarkan sosok senior yang kerap berkacamata dan rutin berpendapat di siniar.
Ia juga meminta Polri mengusut tuntas serta membuka identitas semua peserta pertemuan, bila pertemuan itu benar ada. Bahlil mengaku turut disadap dalam kasus yang sama.
Menurut Bahlil, tuduhan itu bertujuan menguji kekompakan Golkar yang sedang menanjak. Ia menyebut survei menempatkan partainya pada kisaran 10,5 hingga 13 persen.
Sejumlah survei sepanjang Juli–Oktober 2026 memotret angka lebih rendah. SMRC mencatat 9,6 persen, Poltracking 10,4 persen, IPO 10,7 persen, dan Voxpol 11,7 persen.
Tidak satu pun menyentuh 13 persen. Semuanya juga masih di bawah 15,3 persen perolehan Golkar pada Pemilu 2024.
Poster Munaslub dan Jejak Doli
Di hari yang sama, selebaran digital beredar di media sosial. Isinya seruan Munaslub dengan slogan “Selamatkan Partai Golkar dari Gank Solo”.
Poster itu menjadwalkan Munaslub pada Minggu, 29 November 2026, di Hotel Mercure Convention Center Ancol, Jakarta Utara. Wakil Ketua Umum Ahmad Doli Kurnia dipajang sebagai calon ketua umum.
Sekretaris Jenderal Golkar Sarmuji memastikan poster itu hoaks. Doli membantah terlibat dan mengaku tidak mengetahui penyebarnya.
Sebagaimana disampaikan kepada wartawan, Doli menyebut hubungannya dengan Bahlil baik. Ia mengaku telah mendeteksi pihak “komprador” dari internal partai, tanpa menyebut nama.
“Jangan ganggu Golkar dengan agenda-agenda kerdil kalian,” kata Doli.
Nama Doli bukan asing dalam urusan Munaslub. Pada 2017, sebagai koordinator Generasi Muda Partai Golkar, ia mendesak Munaslub untuk mengganti Ketua Umum Setya Novanto yang berstatus tersangka e-KTP.
Golkar memecatnya pada 30 Agustus 2017. ***