Pengamat politik Rocky Gerung menilai anjloknya tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo Subianto dipengaruhi oleh keberadaan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Pengamat politik Rocky Gerung menilai penurunan tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo Subianto tidak lepas dari sosok Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Keduanya merupakan satu paket kepemimpinan yang saling memengaruhi.
Hal ini merespons hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada 5 hingga 19 Juli 2026. Survei itu mencatat kepuasan publik terhadap kinerja Prabowo merosot menjadi 51,1 persen dari 81,2 persen pada November 2025.
"Kalau melihat surveinya turun jauh dari 81 ke 51 persen. Tapi kalau kita balik, negative impression terhadap Prabowo itu berakibat apa pada wakil presidennya?" kata Rocky di kanal Youtube Hendri Satrio, Jumat, 31 Juli 2026.
Rocky menyebut kemerosotan tingkat kepuasan ini perlu dibaca secara utuh. Penurunan angka yang dialami presiden diyakini berdampak secara drastis terhadap persepsi publik kepada wakilnya.
"Kalau Prabowo tinggal 50 persen, itu artinya Gibran tinggal 2 persen. Kan dia satu paket. Jadi kita mesti lihat Prabowo itu drop elektabilitasnya karena ada Gibran di situ," ujar Rocky.
Beban Konstitusional dan Peran Wakil Presiden
Soal posisi wakil presiden, Rocky berpendapat keberadaan Gibran masih menyisakan persoalan politik dan konstitusional. Isu tentang asal-usul pencalonannya berpotensi kembali menjadi sorotan masyarakat.
"Gibran secara konstitusi masih bisa dipersoalkan asal-usul dari kehadiran dia sebagai wapres. Kalau dimulai di DPR dan diproses, itu pasti akan naik lagi dampaknya kepada presiden," tuturnya.
Selain itu, masyarakat belakangan ini mulai mempertanyakan porsi kerja wakil presiden. Rocky menangkap adanya persepsi bahwa Prabowo seolah menjalankan roda pemerintahan sendirian.
"Karena orang merasa presiden sendirian. Wapresnya ngapain di situ? Itu yang masih diterangkan," ucap Rocky. ***