Eksplanasi

Kapal Miring, Alarm Tak Terdengar: Menelusuri Detik Darurat Virgo Transport 8

Kapal Miring, Alarm Tak Terdengar: Menelusuri Detik Darurat Virgo Transport 8
Foto udara Helikopter Basarnas perlihatkan kondisi kapal Virgo Transport 8 yang terbalik di Laut Jawa. - Basarnas

Penyintas mengaku tidak mendengar alarm sebelum kapal miring. Basarnas menyampaikan keterangan nakhoda tentang hantaman ombak, sementara KNKT akan menelusuri penyebab kecelakaan.

Kesaksian penumpang yang selamat membuka pertanyaan mengenai detik-detik darurat KM Virgo Transport 8. Ahmad Saudi mengaku tidak mendengar alarm maupun pemberitahuan sebelum kapal tiba-tiba miring ke kiri.

Ia menyampaikan kesaksian itu di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu malam, 13 September 2026. Kapal tersebut mengalami kecelakaan di Laut Jawa ketika berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin.

Ahmad memperkirakan kapal mulai miring sekitar pukul 01.20 WITA. Ia sedang tidur di sofa sebelum seorang penumpang berlari dan memberitahukan kondisi kapal.

Ia kemudian melihat kapal sudah miring dan berusaha menyelamatkan diri. Kesaksiannya diberitakan ANTARA pada Senin, 14 September 2026, pukul 06.50 WIB.

Keterangan tersebut belum memastikan apakah alarm tidak diaktifkan, tidak berfungsi, atau tidak terdengar di tempat Ahmad berada. Penjelasan teknis mengenai sistem peringatan kapal belum ditemukan dalam sumber yang diperiksa.

Ombak Dilaporkan, Penyebab Masih Ditelusuri

Basarnas menyampaikan penjelasan awal mengenai kemiringan kapal. Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Edy Prakoso mengatakan nakhoda melaporkan hantaman ombak dari sisi lambung kanan.

Menurut Edy, informasi itu diperoleh langsung dari kapten kapal dalam operasi pencarian. Keterangan tersebut mengungkap kondisi yang dilaporkan nakhoda, tetapi belum menggantikan hasil investigasi penyebab kecelakaan.

Basarnas juga menjelaskan bahwa kapal membawa 243 orang. Rinciannya 213 penumpang dan 30 awak.

Kapal dilaporkan hilang kontak sekitar pukul 02.00 WITA pada Minggu dini hari. Dalam pemberitaan terbaru, kapal kemudian ditemukan masih mengapung dengan posisi terbalik.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebut kapal ditemukan sekitar pukul 16.00 WITA. Unsur pencarian terus menyisir sejumlah titik di sekitar lokasi.

Pencarian Berlanjut, Angka Memerlukan Acuan

Dalam konferensi pers di Pelabuhan Trisakti pada Minggu, pemerintah menyampaikan 113 orang telah dievakuasi. Sebanyak 107 orang ditemukan selamat dan enam orang meninggal dunia.

Keterangan itu menyebut 130 orang masih dalam pencarian. Angka tersebut diberitakan ANTARA pada Senin pukul 05.28 WIB dan merupakan data sementara dari penanganan sehari sebelumnya.

Basarnas mengerahkan 15 armada laut dan udara. Unsurnya terdiri atas 11 kapal, satu helikopter, dan tiga pesawat.

Jejak AIS Berhenti, Pemadaman Belum Terbukti

Rekaman pelacakan mengungkap bagian lain dari perjalanan kapal. Pakar Sistem Perkapalan Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Dhimas Widhi Handani, mengatakan AISITS terakhir mencatat sinyal pada Sabtu, 12 September, pukul 22.33 WIB.

Saat itu, kapal tercatat melaju dengan kecepatan 12,9 knot. Setelahnya, data pergerakan berhenti masuk ke sistem.

Dhimas menjelaskan dua kemungkinan. Kapal dapat berada di luar jangkauan penerima AISITS, atau perangkat AIS transponder berhenti mengirimkan data.

Karena itu, terputusnya rekaman AISITS belum membuktikan awak sengaja mematikan perangkat. Penyebab hilangnya data masih perlu ditelusuri.

Usia Kapal dan Pemeriksaan yang Belum Terungkap

VesselFinder mencatat Virgo Transport 8 sebagai kapal penumpang dan pengangkut kendaraan dengan nomor IMO 8625179. Kapal dibangun pada 1987 dan tercatat berbendera Indonesia.

Tahun pembuatan itu menempatkan usianya pada 39 tahun pada 2026. Namun, data identitas tersebut belum mengungkap kondisi aktual lambung, pemeliharaan, ataupun hasil pemeriksaan keselamatannya.

Usia kapal dapat menjadi bagian pemeriksaan. Hubungannya dengan kecelakaan ini belum disimpulkan.

Dudy menyatakan KNKT akan menginvestigasi kecelakaan secara menyeluruh. Ia meminta investigator bekerja secara profesional, independen, serta berbasis data dan fakta.

Rekomendasi Lama Masih Terbuka

Kecelakaan ini terjadi ketika tindak lanjut rekomendasi keselamatan pelayaran masih menjadi persoalan. Pada 28 Januari 2026, KNKT mengungkap delapan investigasi kecelakaan pelayaran sepanjang 2025.

Enam melibatkan kapal tenggelam, satu kapal terbakar, dan satu tubrukan. KNKT menyoroti temuan berulang mengenai kelebihan muatan, stabilitas kapal, serta kelemahan manifes penumpang.

Pada tahun yang sama, subkomite pelayaran menyelesaikan enam laporan akhir dan menghasilkan 36 rekomendasi keselamatan. Per 15 Januari 2026, status tindak lanjut rekomendasi pelayaran tercatat 97 persen masih open dan tiga persen closed.

Catatan itu belum membuktikan penyebab kecelakaan Virgo Transport 8. Status open juga tidak dengan sendirinya menjelaskan pekerjaan apa yang telah dilakukan penerima rekomendasi.

Ombak sudah dilaporkan nakhoda. Penyintas sudah menceritakan alarm yang tidak ia dengar. Apa yang berlangsung di antara keduanya sebelum kapal terbalik?***