Ekonomi & Bisnis

IHSG Menguat 1,26 Persen di Tengah Demo Mahasiswa

IHSG Menguat 1,26 Persen di Tengah Demo Mahasiswa

Bursa saham naik ke level 5.960 saat ribuan mahasiswa gelar aksi "Menuju Indonesia Bangkrut" di Bundaran HI, menuntut agar Prabowo mengakui kesalahan pemerintah.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 74,38 poin atau 1,26 persen ke posisi 5.960,27 pada pembukaan perdagangan Jumat (12/6/2026). Indeks LQ45 turut naik 9,97 poin atau 1,70 persen ke posisi 596,81.

Penguatan ini sejalan dengan tren positif bursa saham global yang dipicu oleh optimisme perdamaian di Timur Tengah. Transaksi awal menyentuh Rp1,1 triliun, dengan volume 1,1 miliar lembar saham; mayoritas sektor berada di zona hijau.

Analis MNC Sekuritas memproyeksikan IHSG masih berpeluang menguji area 6.065–6.256 sekaligus posisi Moving Average 20-nya.

Pasar Waspadai Aksi Jalanan

Meski dibuka di zona hijau, para analis mengingatkan investor untuk tetap waspada terhadap faktor domestik, terutama rencana aksi demonstrasi mahasiswa di Jakarta.

Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama aliansi mahasiswa menggelar aksi bertajuk "Menuju Indonesia Bangkrut" di Bundaran Hotel Indonesia, Jumat (12/6/2026), dengan sekitar 1.000 massa.

Lima tuntutan yang dibawa adalah penghentian pemborosan APBN, penurunan harga BBM dan kebutuhan pokok, penghentian program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih, penghentian militerisme di ranah sipil, serta desakan agar Presiden Prabowo Subianto mengakui kesalahan pemerintah.

"Kami memandang memberi kesempatan dan waktu untuk pemerintah sudah terlalu lama kita coba. Karena kritik lewat data juga sudah disampaikan dan selalu diabaikan," kata Ketua BEM UI Yatalathof Ma'shum Imawan, Kamis (11/6/2026).

Sengketa Anggaran MBG

Salah satu fokus tuntutan mahasiswa adalah program MBG. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan realisasi anggaran MBG hingga Mei 2026 mencapai Rp88,15 triliun untuk 63,13 juta penerima.

Menkeu menyebut pagu MBG pada APBN 2026 disesuaikan dari Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun atas instruksi Presiden Prabowo agar dana dikelola lebih efisien. 

Namun, BGN membantah framing "pemangkasan" itu; lembaga menegaskan pagu resmi APBN 2026 memang Rp268 triliun sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2025, sedangkan angka Rp335 triliun berasal dari gabungan pagu dan dana cadangan.***