Ekonomi & Bisnis

Harga Minyak Dunia Turun ke US$72,5 per Barel Setelah 35 Juta Barel Lewati Selat Hormuz

Harga Minyak Dunia Turun ke US$72,5 per Barel Setelah 35 Juta Barel Lewati Selat Hormuz
Harga minyak dunia turun setelah 35 juta barel minyak melewati Selat Hormuz. Brent turun ke bawah US$72,5 per barel dan pasokan mulai pulih

Harga minyak dunia turun kembali setelah arus pengiriman energi melalui Selat Hormuz mulai pulih. Lebih dari 20 kapal tanker yang membawa sekitar 35 juta barel minyak mentah telah melintasi jalur strategis tersebut sejak kesepakatan pembukaan kembali pelayaran tercapai.

Harga minyak dunia kembali bergerak melemah pada perdagangan Kamis seiring membaiknya pasokan energi global dari kawasan Teluk.

Minyak mentah Brent turun 1,7 persen hingga berada di bawah level 72,50 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak jenis West Texas Intermediate atau WTI melemah 1,4 persen ke sekitar 69,40 dolar AS per barel.

Penurunan tersebut menghapus sebagian penguatan harga yang sempat terjadi selama konflik di Timur Tengah dalam beberapa bulan terakhir.

35 Juta Barel Minyak Mulai Mengalir ke Pasar

Laporan perusahaan pemantau perdagangan Kpler menunjukkan aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz mulai meningkat.

Lebih dari 20 kapal tanker yang membawa sekitar 35 juta barel minyak mentah telah melewati jalur tersebut setelah Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan untuk membuka kembali akses pelayaran.

Yang menarik, sebagian besar kapal tersebut merupakan tanker non-Iran yang sebelumnya tertahan di kawasan Teluk Persia selama lebih dari tiga bulan.

Akibatnya, pasar mulai memperkirakan pasokan fisik minyak akan meningkat dalam waktu dekat.

Pasokan Asia Diperkirakan Bertambah pada Agustus

Minyak yang saat ini berada dalam perjalanan diperkirakan mulai tiba di pasar Asia pada awal Agustus 2026.

Dalam praktiknya, tambahan pasokan tersebut dapat membantu menyeimbangkan kebutuhan energi yang sempat terganggu akibat pembatasan pelayaran.

Selain itu, pelaku pasar menilai ketersediaan minyak global akan lebih stabil dibandingkan beberapa bulan sebelumnya.

Selat Hormuz Kembali Menjadi Faktor Utama Pasar

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur energi terpenting di dunia.

Jalur ini menjadi rute utama ekspor minyak dan gas dari negara-negara Teluk menuju pasar internasional.

Karena itu, setiap perubahan kondisi keamanan di kawasan tersebut langsung memengaruhi pergerakan harga energi global.

Risiko Geopolitik Belum Sepenuhnya Hilang

Meski arus tanker mulai kembali normal, ketegangan geopolitik masih menjadi perhatian pasar.

Pada Kamis, Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC mengingatkan seluruh kapal agar mengikuti jalur pelayaran yang ditetapkan Teheran.

IRGC juga menegaskan bahwa kapal yang melanggar aturan tersebut dapat menghadapi tindakan tegas.

Secara faktual, kondisi ini menunjukkan distribusi energi global masih sangat bergantung pada stabilitas keamanan di kawasan Teluk meski pasokan mulai membaik.***