Daerah

Dua Warga Ditembak 500 Meter dari Festival Lembah Baliem, Aparat Duga Kodap III Ndugama

Dua Warga Ditembak 500 Meter dari Festival Lembah Baliem, Aparat Duga Kodap III Ndugama
Ilustrasi: Penembakan di Walesi melukai dua warga sipil sekitar 500 meter dari pintu masuk Festival Budaya Lembah Baliem. Aparat masih menyelidiki pelaku dan motifnya.

Penembakan terjadi sekitar pukul 12.50 WIT di Kampung Walesi, Jayawijaya. Seorang korban tertembak di lutut dan seorang lainnya di paha kanan. Keduanya dilaporkan dalam kondisi stabil di RSUD Wamena.

Dua warga sipil terluka dalam penembakan sekitar 500 meter dari pintu masuk Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) 2026 di Kampung Walesi, Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Sabtu, 8 Agustus 2026.

Kedua korban adalah Laode Muhammad, 43 tahun, dan Salbia, 50 tahun. Laode mengalami luka tembak pada bagian lutut, sedangkan Salbia tertembak di paha kanan.

Keduanya dievakuasi ke RSUD Wamena untuk mendapatkan perawatan medis dan dilaporkan dalam kondisi stabil.

Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Infanteri Tri Purwanto mengatakan penembakan terjadi sekitar pukul 12.50 WIT. Berdasarkan penyelidikan awal aparat, pelaku diduga berasal dari kelompok bersenjata Kodap III Ndugama.

Tri mengatakan indikasi mengenai kelompok yang diduga terlibat diperoleh dari hasil penyelidikan aparat setelah kejadian.

Namun, dugaan keterlibatan Kodap III Ndugama tersebut masih merupakan keterangan aparat. Identitas individu yang diduga melepaskan tembakan belum diumumkan dan perkara masih dalam penyelidikan.

Penembakan Terjadi Sekitar 500 Meter dari Festival

Lokasi penembakan berada sekitar 500 meter dari pintu masuk Festival Budaya Lembah Baliem di Distrik Walesi.

Insiden terjadi ketika festival budaya tersebut sedang berlangsung. FBLB 2026 dijadwalkan digelar pada 7–8 Agustus di Kabupaten Jayawijaya dan masuk dalam agenda Karisma Event Nusantara Kementerian Pariwisata.

Menurut keterangan aparat, kedua korban berada di sekitar lokasi ketika tembakan terjadi.

Laode Muhammad terkena tembakan pada lutut. Sementara itu, Salbia mengalami luka tembak pada paha kanan.

Setelah kejadian, keduanya dibawa menuju RSUD Wamena untuk mendapat pertolongan medis.

Aparat keamanan kemudian melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pelaku serta memastikan kondisi keamanan di sekitar kawasan festival.

Aparat Duga Pelaku dari Kodap III Ndugama

Dari penyelidikan awal tersebut, Kodam XVII/Cenderawasih menyatakan terdapat indikasi pelaku berasal dari kelompok bersenjata Kodap III Ndugama.

Kapendam XVII/Cenderawasih Tri Purwanto menyebut aparat masih melakukan penyelidikan terkait penembakan tersebut.

Dengan demikian, keterangan mengenai Kodap III Ndugama merupakan hasil penyelidikan sementara aparat dan belum merupakan kesimpulan berdasarkan proses peradilan.

Aparat juga belum mengumumkan berapa orang yang diduga terlibat dalam penembakan, jenis senjata yang digunakan, jumlah tembakan yang dilepaskan, maupun identitas individu yang diduga menjadi pelaku.

Tri menyatakan aparat keamanan terus melakukan pengamanan dan penyelidikan setelah insiden tersebut.

Penembakan terhadap warga sipil terjadi di tengah penyelenggaraan salah satu agenda pariwisata budaya utama Papua Pegunungan.

Festival Budaya Lembah Baliem menampilkan tradisi dan kehidupan masyarakat Lembah Baliem, antara lain atraksi budaya, kesenian adat, bakar batu, dan karapan babi.

Pada 2026, festival tersebut juga masuk dalam Karisma Event Nusantara yang dikembangkan Kementerian Pariwisata sebagai kalender kegiatan pariwisata nasional.

Insiden penembakan membuat aspek keamanan di sekitar penyelenggaraan festival menjadi perhatian. Namun, belum ada keterangan resmi yang menunjukkan bahwa lokasi utama festival menjadi sasaran langsung serangan.

Fakta yang telah dikonfirmasi adalah penembakan terjadi sekitar 500 meter dari pintu masuk festival dan mengakibatkan dua warga sipil terluka.

Penyelidikan masih dilakukan untuk mengidentifikasi pelaku individual, mengetahui motif penembakan, serta memastikan apakah insiden tersebut secara khusus berkaitan dengan penyelenggaraan Festival Budaya Lembah Baliem atau terjadi karena faktor lain.***