Politik

Bursa Ketum PBNU Memanas, KH Zulfa Mustofa Nyatakan Siap Maju

Bursa Ketum PBNU Memanas, KH Zulfa Mustofa Nyatakan Siap Maju
KH Zulfa Mustafa (tengah) dalam konferensi pers usai acara peluncuran kitab karyanya berjudul "Ithafu Ummati Al Muqtafa", Jumat malam (10/7/2026) di Aula Sakinah Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat. (Istimewa)

Wakil Ketua PBNU KH Zulfa Mustofa terbuka menyatakan kesiapannya maju sebagai calon Ketua Umum PBNU. Ia akan melangkah jika mendapat amanah langsung dari pengurus wilayah dan cabang di berbagai daerah.

Bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kian memanas. Wakil Ketua PBNU KH Zulfa Mustofa secara terbuka menyatakan siap maju sebagai kandidat jika mendapat amanah penuh dari jajaran PWNU dan PCNU.

Menurut KH Zulfa, tradisi di tubuh NU mengharuskan seorang tokoh memperoleh dukungan kuat dari pengurus wilayah dan cabang sebelum maju. Aspirasi dari daerah menjadi modal penting bagi langkahnya ke depan.

Ketua Lembaga Dakwah PBNU dan pengasuh Pondok Pesantren Darul Arifin Jember, Abdullah Syamsul Arifin (Gus Aab), memberikan pandangan terkait dinamika ini. Ia menegaskan KH Zulfa bukan sosok yang haus jabatan, melainkan memegang prinsip pantang menolak amanah organisasi.

"Posisi hari ini memang banyak wilayah dan cabang yang meminta Kiai Zulfa untuk ikut secara langsung dalam kontestasi kepemimpinan NU," ujar Gus Aab seusai acara peluncuran kitab terbaru karya KH Zulfa, Jumat malam (10/7/2026) di Aula Sakinah Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat.

Ia menambahkan bahwa dorongan ini murni untuk mengembalikan kejayaan NU. "Kiai Zulfa bukan orang yang mencari kekuasaan. Tetapi beliau pantang menolak ketika diberi amanah, terutama untuk membawa Nahdlatul Ulama kembali kepada kekuatannya, marwahnya, dan khittahnya," tegas Gus Aab.

Dukungan Daerah Menguat

Sementara itu, Rais Syuriah PBNU 2010-2021 sekaligus Dewan Penasihat PP Pergunu KH Mujib Qulyubi mengungkapkan aspirasi yang mendukung KH Zulfa terus bermunculan. "Beberapa kali saya bertemu pengurus wilayah dan cabang, tampaknya sudah banyak yang mendorong beliau untuk maju menjadi Ketua Umum PBNU. Tetapi semua tetap bergantung pada mekanisme organisasi dan keputusan para pemilik suara," kata KH Mujib.

Dinamika pemilihan Ketua Umum PBNU kini semakin menarik perhatian publik. Mengalirnya dukungan dari berbagai daerah menunjukkan harapan agar KH Zulfa mampu membawa angin segar bagi organisasi. Publik dan warga Nahdliyin kini menanti mekanisme organisasi yang akan menentukan arah kepemimpinan PBNU mendatang.***