Olahraga

Peluang Esports Indonesia Makin Besar, Riot Games Bidik Turnamen APAC

Peluang Esports Indonesia Makin Besar, Riot Games Bidik Turnamen APAC

Esports Indonesia mendapat dorongan baru setelah pemerintah memperkuat kerja sama dengan Riot Games. Kolaborasi ini membuka peluang bisnis digital, pengembangan talenta, hingga potensi penyelenggaraan turnamen internasional dalam beberapa tahun mendatang.

Industri esports semakin mendapat perhatian sebagai salah satu sektor yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif nasional. Pemerintah melihat perkembangan ekosistem gim dan esports tidak lagi sekadar menjadi sarana hiburan, melainkan telah berkembang menjadi aktivitas ekonomi yang melibatkan banyak pelaku industri.

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkuat posisinya di industri esports regional. Hal itu ia sampaikan saat menerima jajaran Riot Games dalam pertemuan di Jakarta yang membahas pengembangan ekosistem esports nasional.

Menurutnya, jumlah pemain gim yang besar menjadi salah satu modal utama Indonesia. Selain itu, tingginya keterlibatan generasi muda dalam ekonomi digital turut memperkuat prospek sektor tersebut.

Riot Games Siapkan Jalur Kompetisi Profesional

Dalam pertemuan tersebut, Riot Games memaparkan rencana pengembangan Valorant Champions Tour (VCT) untuk kawasan Asia Pasifik. Yang jadi sorotan, Indonesia berpeluang memiliki jalur kompetisi profesional independen mulai 2027.

Tak hanya itu, Indonesia juga berpeluang menjadi tuan rumah turnamen tingkat APAC pada 2028. Jika terealisasi, agenda tersebut dapat memperluas eksposur industri esports nasional di tingkat internasional.

Peluang tersebut dinilai sejalan dengan upaya pemerintah yang ingin meningkatkan daya saing industri kreatif nasional. Dalam konteks tersebut, esports dipandang mampu menghadirkan dampak ekonomi yang lebih luas dibanding sekadar kompetisi permainan.

Ekosistem Esports Libatkan Banyak Sektor Kreatif

Riefky menjelaskan perkembangan industri gim telah menciptakan rantai ekonomi yang melibatkan berbagai subsektor kreatif. Selain pemain profesional, ekosistem ini juga membuka ruang bagi kreator konten, penyelenggara acara, ilustrator, musisi, hingga pengembang gim lokal.

Gim hari ini bukan hanya produk hiburan, tetapi juga platform yang menghubungkan budaya, teknologi, kreativitas, dan peluang ekonomi,” ujar Riefky.

Yang menarik, pertumbuhan esports turut mendorong aktivitas ekonomi pada sektor pendukung lainnya. Industri acara, produksi konten digital, hingga layanan kreatif memperoleh manfaat dari meningkatnya aktivitas kompetisi gim.

Selain itu, keterlibatan pelaku lokal dalam berbagai kegiatan esports berpotensi memperluas pasar ekonomi kreatif Indonesia. Karena itu, pemerintah menilai pengembangan ekosistem harus berlangsung secara berkelanjutan.

Kompetisi Berjenjang Jadi Fokus Pengembangan

Untuk memperkuat fondasi industri, Kementerian Ekonomi Kreatif mendorong pembentukan kompetisi esports berjenjang dari tingkat daerah hingga nasional.

Strategi tersebut bertujuan meningkatkan kualitas talenta sekaligus memperluas kesempatan bisnis bagi pelaku industri kreatif lokal. Dengan kata lain, kompetisi tidak hanya berfungsi sebagai ajang prestasi, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi.

Secara faktual, pemerintah melihat dampak esports mulai terasa di berbagai sektor. Mulai dari penyelenggaraan event, aktivitas pariwisata, hingga penciptaan lapangan kerja baru bagi generasi muda.

Kami melihat esports memiliki dampak ekonomi yang besar terhadap berbagai sektor, mulai dari industri kreatif, produksi acara, pariwisata, hingga penciptaan lapangan kerja bagi generasi muda,” jelas Riefky.

Sementara itu, kolaborasi antara pemerintah dan Riot Games juga diarahkan untuk mendukung pelaksanaan World Conference on Creative Economy 2026 di Jakarta. Forum tersebut akan menghadirkan subsektor gim dan konten digital sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi kreatif Indonesia di tingkat global.***