Shin Tae Yong resmi menjadi pelatih Persija Jakarta dengan kontrak tiga tahun. Manajemen Macan Kemayoran tidak hanya membebankan target prestasi, tetapi juga pengembangan pemain muda dan infrastruktur klub.
Shin Tae Yong memulai babak baru dalam kariernya di Indonesia setelah resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala Persija Jakarta.
Pelatih asal Korea Selatan tersebut diperkenalkan kepada publik dalam konferensi pers di Jakarta International Stadium (JIS), Senin (8/6).
Berbeda dari sekadar pergantian pelatih, Persija menyiapkan proyek jangka panjang bersama mantan pelatih Timnas Indonesia tersebut.
Direktur Persija Jakarta Mohamad Prapanca mengungkapkan bahwa klub memberikan kontrak berdurasi tiga tahun kepada Shin Tae Yong.
Menurutnya, keputusan itu diambil karena manajemen ingin membangun fondasi tim yang lebih kuat dalam beberapa musim ke depan.
“Hampir tiga tahun. Alasan kontrak tiga tahun karena kita berproses. Tentunya coach Shin harus terlibat dengan pengembangan infrastruktur dan pengembangan pemain muda,” kata Prapanca.
Selain mengejar prestasi tim utama, Persija juga ingin mempercepat proses pembinaan pemain muda.
Karena itu, manajemen memberi ruang lebih luas kepada Shin Tae Yong untuk menjalankan program yang dibutuhkan.
Dalam konteks tersebut, Persija juga memberikan keleluasaan kepada sang pelatih untuk menentukan susunan tim kepelatihan.
Shin Tae Yong Bentuk Tim Pelatih Sendiri
Prapanca menjelaskan bahwa seluruh komposisi pelatih pendamping akan ditentukan langsung oleh Shin Tae Yong.
Langkah tersebut diambil agar proses adaptasi berjalan lebih cepat.
Selain itu, Persija berharap sang pelatih bisa bekerja dengan tim yang sesuai kebutuhan dan filosofi permainannya.
“Untuk tim pelatih dan asisten, tentunya karena formatnya kita ingin prosesnya cepat. Jadi supaya coach Shin tidak pusing, biar Shin Tae Yong membentuk tim pelatih sendiri,” ujar Prapanca.
Kebijakan itu menunjukkan kepercayaan penuh manajemen kepada pelatih berusia 56 tahun tersebut.
Di sisi lain, keputusan tersebut juga menjadi sinyal bahwa Persija serius membangun proyek jangka panjang.
Target Prestasi Bersama Macan Kemayoran
Meski mendapat tugas pengembangan tim, Shin Tae Yong tetap menegaskan fokus utama adalah membawa Persija meraih hasil terbaik.
Saat diperkenalkan kepada media, ia menyampaikan komitmennya untuk bekerja maksimal bersama Macan Kemayoran.
“Saya Shin Tae Yong sebagai pelatih kepala baru Persija Jakarta kali ini,” ucapnya saat menyapa para jurnalis.
Selanjutnya, ia berbicara mengenai target yang ingin dicapai selama menangani Persija.
“Target ingin dapat prestasi yang baik dan berusaha semaksimal mungkin dan ingin memberikan penampilan terbaik bersama Persija hingga mencapai posisi terbaik,” katanya.
Target tersebut menjadi penting setelah Persija gagal memenuhi ambisi juara pada musim lalu.
Pada Super League 2025/2026, tim ibu kota mengakhiri kompetisi di posisi ketiga klasemen.
Persija mengoleksi 71 poin sepanjang musim.
Sementara itu, posisi kedua ditempati Borneo FC. Adapun gelar juara berhasil diraih Persib.
Akibat hasil tersebut, manajemen memutuskan mengakhiri kerja sama dengan Mauricio Souza.
Modal Pengalaman dari Timnas Indonesia
Yang menarik, Shin Tae Yong bukan sosok asing bagi pencinta sepak bola nasional.
Ia pernah menangani Timnas Indonesia sejak Desember 2019 hingga Januari 2025.
Dalam praktiknya, ia memimpin tiga kelompok usia sekaligus, yakni timnas senior, U-23, dan U-20.
Selama bertugas, Shin Tae Yong mencatat sejumlah pencapaian penting.
Ia membawa Indonesia menjadi runner-up Piala AFF 2020.
Selain itu, Timnas Indonesia juga meraih medali perunggu SEA Games 2021.
Tak hanya itu, Indonesia berhasil lolos ke putaran final Piala Asia U-20 2023 di bawah arahannya.
Yang patut dicatat, masa kepelatihannya juga berkontribusi terhadap peningkatan peringkat FIFA Timnas Indonesia.
Pengalaman tersebut kini menjadi modal penting bagi Shin Tae Yong dalam menjalankan proyek baru bersama Persija Jakarta.***
