Kemenangan Spanyol atas Argentina di final Piala Dunia 2026 tak hanya menjadi sejarah baru bagi La Roja, tetapi juga disambut gempita oleh rakyat Palestina sebagai simbol solidaritas kemanusiaan.
Pelatih Tim Nasional Spanyol Luis de la Fuente berhasil membawa skuadnya menjuarai Piala Dunia FIFA 2026 dengan menaklukkan Argentina 1-0. Laga puncak tersebut berlangsung di MetLife Stadium, New Jersey, Amerika Serikat, pada Senin, 20 Juli 2026.
Gol tunggal penentu kemenangan tim berjuluk La Roja itu dicetak oleh Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu. Hasil ini sekaligus mengantarkan Spanyol meraih gelar Piala Dunia kedua dalam sejarah persepakbolaan mereka.
Ihwal kemenangan ini, perayaan tidak hanya berpusat di Spanyol, melainkan meluas hingga ke Palestina. Akun X resmi Perwakilan Tetap Palestina untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa mengunggah ucapan selamat beserta poster skuad Spanyol.
Pengacara asal Kota Gaza Mohammad Attallah menyatakan dukungan tersebut berakar dari sikap kemanusiaan Spanyol. “Kami adalah orang-orang yang mencintai kehidupan dan mencintai sepak bola," kata Mohammad.
Ia menambahkan, warga Gaza telah lama mengikuti kompetisi sepak bola Spanyol. "Tetapi sikap Spanyol selama perang membuat orang merasa jauh lebih dekat dengan olahraga ini," ujar Mohammad.
Solidaritas Politik di Lapangan Hijau
Sebelumnya, pertandingan final ini santer disebut warganet sebagai duel pro-Palestina melawan pro-Israel. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara terbuka menyatakan dukungannya untuk tim nasional Argentina.
Dukungan itu selaras dengan sikap Presiden Argentina Javier Milei yang terus mempererat hubungan politik dengan Israel. Milei bahkan pernah menyatakan bahwa ia dengan tulus bangga menjadi presiden paling zionis di dunia.
Di sisi lain, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez konsisten menyuarakan gencatan senjata dan perlindungan warga sipil di Gaza. Di bawah kepemimpinannya, pemerintah Spanyol secara resmi mengakui Negara Palestina pada 2024.
Selain itu, pemain muda Spanyol Lamine Yamal juga kerap menjadi simbol solidaritas bagi warga Gaza. Ia pernah mengibarkan bendera Palestina saat parade perayaan gelar juara liga domestik bersama klubnya.
Warga Gaza lainnya, Abdullah Masoud, menegaskan bahwa kehadiran simbol Palestina di stadion memberi mereka harapan. “Setiap kali Palestina muncul di stadion atau di antara para pendukung, kami merasa bahwa penderitaan kami belum dilupakan dan masih ada orang yang mendengar suara kami,” kata Masoud.***