Olahraga

FIFA Wajibkan Jeda Minum, Kritik Soal Iklan Menguat

FIFA Wajibkan Jeda Minum, Kritik Soal Iklan Menguat

FIFA memberlakukan jeda minum tiga menit di menit ke-22 setiap babak pada seluruh 104 laga Piala Dunia 2026. Aturan ini berlaku tanpa kecuali, termasuk di stadion beratap ber-AC. Menuai kritik tajam soal motif komersial.

FIFA memberlakukan aturan kontroversial di Piala Dunia 2026: jeda minum tiga menit wajib dilakukan di menit ke-22 setiap babak pada seluruh 104 pertandingan. Aturan ini berlaku tanpa pengecualian, termasuk di stadion beratap dengan pendingin udara bersuhu sejuk.

Badan sepak bola dunia itu berdalih kebijakan ini demi keselamatan pemain dari risiko penyakit akibat panas di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko sebagai tuan rumah. FIFA menyebut aturan ini penyederhanaan dari praktik serupa di Piala Dunia Antarklub 2025.

Namun kritik langsung bermunculan dari dua arah. Para penggemar dan sejumlah pelatih menilai jeda wajib memecah ritme permainan, mengubah format sepak bola dari dua babak menjadi empat kuarter ala olahraga Amerika. Kecurigaan lain: kepentingan komersial turut bermain.

Dugaan itu bukan tanpa dasar. FIFA ternyata memberikan izin kepada lembaga penyiaran untuk menayangkan iklan selama jeda tersebut. Di Amerika Serikat, jaringan FOX bahkan sempat ketinggalan momen pertandingan karena terlambat kembali dari sela iklan saat laga pembuka Meksiko versus Afrika Selatan.

Tetap Berlaku Meski Suhu 19 Derajat

Pertandingan Ghana kontra Panama di Toronto mempertegas absurditas aturan ini. Jeda wajib tetap diberlakukan meski suhu saat itu hanya 19 derajat Celsius. Selama tiga menit, jam pertandingan tetap berjalan dan waktu ditambahkan ke masa cedera akhir babak.

Sejumlah pemain justru menyambut baik aturan baru ini. Legenda Timnas Putri AS Ali Krieger menyebut jeda minum sangat krusial, terutama untuk turnamen panjang yang menuntut pemulihan fisik optimal. Pada Mei lalu, puluhan pemain menandatangani surat terbuka mendorong FIFA memperkuat protokol panas.

FIFA bergeming. Seluruh 104 laga tetap berjalan dengan format yang dikritik sebagai "empat kuarter"—apakah cuacanya terik atau tidak.***