Nasional

Prabowo Minta Polri Jaga Kepercayaan Masyarakat, Jangan Sombong

Prabowo Minta Polri Jaga Kepercayaan Masyarakat, Jangan Sombong
Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam acara peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Rabu (1/7/2026). (Instagram Presiden RI)

Presiden Prabowo Subianto menitipkan enam pesan untuk Polri di HUT ke-80 Bhayangkara, dari soal kepercayaan rakyat hingga larangan bersikap sombong.

Presiden Prabowo Subianto menitipkan enam pesan kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam pidato peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Satuan Latihan Brimob, Cikeas, Bogor, Rabu (1/7/2026). Pesan pertamanya tegas: jagalah kepercayaan rakyat, sebab itulah senjata terkuat seorang polisi.

Prabowo menyebut tema "Polri untuk Masyarakat" sebagai jati diri sekaligus kompas moral setiap anggota Polri. Ia mengingatkan gaji dan perlengkapan polisi berasal dari rakyat, sehingga institusi itu wajib melindungi, bukan menyusahkan rakyat.

Enam Pesan Presiden

Selain menjaga kepercayaan, Prabowo meminta Polri dekat dengan rakyat, menegakkan hukum secara adil, meningkatkan profesionalisme termasuk penguasaan kecerdasan buatan, memperkuat sinergi lintas lembaga, dan tidak bersikap sombong.

"Jangan pernah berhenti memperbaiki diri, jangan sombong," kata Prabowo, seraya menambahkan bahwa kerendahan hati adalah ciri institusi yang kuat.

Ia juga menegaskan hukum tidak boleh "tajam ke bawah, tumpul ke atas" dan tidak boleh dijadikan alat balas dendam politik maupun kepentingan kelompok tertentu.

Prabowo turut menyinggung isu demokrasi. Ia meminta Polri menjaga demokrasi yang dewasa, sekaligus mengingatkan agar demokrasi tidak dibajak kelompok bermodal besar atau kepentingan asing.

Apresiasi dan Ancaman yang Mengintai

Prabowo mengapresiasi kinerja Polri di sektor ketahanan pangan, termasuk pembangunan lebih dari seribu dapur untuk program makan bergizi gratis (MBG) yang disebutnya sebagai yang terbaik menurut penilaian sejumlah lembaga dunia.

Ia juga menyinggung capaian nol insiden terorisme dalam beberapa tahun terakhir, serta kolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memberantas judi daring.

Namun Prabowo mengingatkan ancaman masih besar: narkotika, perdagangan orang, kejahatan siber, korupsi, tambang ilegal, hingga praktik kejahatan kerah putih yang dinilainya menjadi penyebab langsung kemiskinan.

Upacara ini dihadiri Presiden ke-7 Joko Widodo dan Wakil Presiden ke-10 sekaligus ke-12 Jusuf Kalla. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turut mendampingi Prabowo menuju mimbar kehormatan.

Tampak pula Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Ketua DPR Puan Maharani, dan Ketua Mahkamah Agung Sunarto di antara ribuan personel yang mengikuti upacara.

"Semakin berisi, semakin menunduk," pesan Prabowo menutup amanatnya kepada seluruh insan Bhayangkara.***