Nasional

Pendaftaran Magang Nasional 2026 Dibuka 15 Juli, Kuota Naik Jadi 150 Ribu

Pendaftaran Magang Nasional 2026 Dibuka 15 Juli, Kuota Naik Jadi 150 Ribu
Kemnaker membuka pendaftaran Magang Nasional 2026 pada 15 Juli untuk 150 ribu fresh graduate, dengan gaji Rp 6 juta per bulan. (Dok. Kemnaker)

Pemerintah menambah kuota 50 persen dari angkatan pertama, dengan penghasilan peserta hingga Rp 6 juta per bulan dan anggaran Rp 4,2 triliun.

Dua minggu lagi, pintu Magang Nasional 2026 resmi terbuka. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menetapkan 15 Juli 2026 sebagai tanggal mulai pendaftaran peserta Angkatan II — program magang pemerintah yang kini menyiapkan kuota 150.000 kursi bagi lulusan diploma dan sarjana di seluruh Indonesia.

Angka itu naik signifikan. Pada angkatan pertama tahun 2025, program ini menjaring 102.600 peserta yang ditempatkan di 8.048 perusahaan dan instansi pemerintah. Kini pemerintah menambah kuota hingga 50 persen, didukung anggaran Rp 4,2 triliun.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengumumkan hal itu di Gedung Pusat Pasar Kerja, Jakarta, Senin, 29 Juni 2026. "Kita mulai nanti pendaftaran peserta ini, yang mungkin ditunggu-tunggu, 15 Juli. Jadi masih ada kesempatan dua minggu lagi kira-kira," ujarnya.

Perusahaan Masuk Duluan

Sebelum calon peserta bisa mendaftar, giliran perusahaan yang bergerak lebih dulu. Sejak Senin siang, Kemnaker membuka akses bagi perusahaan untuk mengunggah lowongan magang ke platform Magang Hub. Tidak semua lowongan otomatis lolos — setiap pengajuan akan melewati proses verifikasi.

Yassierli menegaskan, hanya lowongan yang memang cocok untuk lulusan perguruan tinggi yang akan disetujui. Satu aturan tambahan juga berlaku: kuota peserta magang di satu perusahaan dibatasi maksimal 20 persen dari total karyawan mereka. "Kami akan memverifikasi. Yang akan kita verifikasi adalah terkait dengan apakah lowongan itu benar-benar cocok untuk lulusan perguruan tinggi. Kalau iya, kita akan loloskan," katanya.

Pendaftaran peserta sendiri dibuka bertahap dalam tiga gelombang. Masing-masing gelombang menampung 50.000 orang, sehingga total kuota 150.000 terpenuhi secara bertahap hingga akhir Juli.

Gaji Hingga Rp 6 Juta Sebulan

Bagi yang lolos, peserta bukan sekadar mendapat pengalaman kerja. Selama enam bulan masa magang, mereka didampingi mentor profesional di perusahaan masing-masing dan menerima penghasilan yang disesuaikan dengan Upah Minimum Regional (UMR) setempat.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan, program ini memang dirancang Presiden Prabowo Subianto secara khusus untuk menjawab kebutuhan kerja para lulusan perguruan tinggi. Besaran penghasilan bervariasi tergantung lokasi penempatan. "Mendapatkan penghasilan yang cukup signifikan, itu di antara Rp 3,5 juta sampai bahkan ada yang Rp 6 juta per bulan, tergantung dari lokasi mereka bekerja," kata Teddy.

Jadwal lengkap pelaksanaan program adalah sebagai berikut:

Tahapan

  Jadwal

Sosialisasi

  29 Juni – 28 Juli 2026

Pendaftaran Penyelenggara & Verifikasi Lowongan

  29 Juni – 15 Juli 2026

Pendaftaran Peserta

  15 – 28 Juli 2026

Seleksi oleh Perusahaan

  29 Juli – 5 Agustus 2026

Pleno dan Penetapan Peserta

  6 Agustus 2026

Pengumuman Hasil

  7 Agustus 2026

Hari Pertama Magang

  10 Agustus 2026

Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman maganghub.kemnaker.go.id menggunakan akun SIAPkerja.***