Internasional

Media Iran Pajang 13 Pejabat Asing sebagai Sasaran Pembalasan, Tak Ada Nama Indonesia

Media Iran Pajang 13 Pejabat Asing sebagai Sasaran Pembalasan, Tak Ada Nama Indonesia
Ilustrasi. Media konservatif Iran memublikasikan infografis berisi 13 pejabat asing yang disebut sebagai sasaran pembalasan. Namun hingga kini, belum ada konfirmasi bahwa daftar tersebut merupakan keputusan resmi pemerintah atau militer Iran—dan tidak ada

Surat kabar Hamshahri di Iran memublikasikan infografis berisi foto 13 pemimpin dan pejabat asing yang digambarkan sebagai sasaran pembalasan atas kematian mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Namun, daftar tersebut belum dapat disebut sebagai daftar target resmi pemerintah Iran. Hingga Selasa, 14 Juli 2026, tidak ada keterangan dari kantor Pemimpin Tertinggi Iran, pemerintah, maupun Garda Revolusi yang mengonfirmasi bahwa nama-nama dalam infografis itu telah ditetapkan sebagai sasaran operasi Iran.

Hamshahri merupakan surat kabar berhaluan konservatif yang diterbitkan oleh Pemerintah Kota Teheran. Media tersebut mengunggah infografis secara daring pada Sabtu malam, 11 Juli 2026, tak lama setelah Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menyampaikan janji membalas kematian ayahnya.

Dalam pesan pertamanya setelah rangkaian pemakaman Ali Khamenei, Mojtaba mengatakan pembalasan atas kematian para korban perang merupakan tuntutan rakyat Iran dan harus dilaksanakan.

Ia juga menyebut terdapat daftar orang yang dinilai bertanggung jawab. Namun, Mojtaba tidak mengungkap nama-nama dalam daftar tersebut kepada publik.

Infografis Hamshahri kemudian menampilkan foto 13 pejabat dari Amerika Serikat, Israel, Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia. Tidak terdapat nama Presiden Prabowo Subianto maupun pejabat Indonesia lainnya.

Trump hingga Netanyahu Masuk Daftar

Nama-nama yang ditampilkan antara lain Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Kanselir Jerman Friedrich Merz, dan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni.

Infografis itu juga memuat Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, Duta Besar AS untuk Israel Mike Huckabee, serta Komandan Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM Laksamana Brad Cooper.

Dari Israel, nama yang ditampilkan mencakup Menteri Pertahanan Israel Katz, Menteri Luar Negeri Gideon Sa’ar, dan Kepala Staf Militer Israel Eyal Zamir.

Dengan demikian, daftar tersebut tidak seluruhnya berisi kepala negara atau kepala pemerintahan. Sejumlah nama merupakan menteri, pejabat militer, dan diplomat.

Bukan Keputusan Resmi Pemerintah Iran

Publikasi Hamshahri muncul setelah Ali Khamenei dilaporkan tewas dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026. Putranya, Mojtaba Khamenei, kemudian terpilih sebagai pemimpin tertinggi baru Iran.

Meski pesan Mojtaba menggunakan bahasa pembalasan yang keras, belum terdapat bukti bahwa nama-nama yang dipajang Hamshahri berasal dari daftar resmi pemerintah Iran.

Infografis itu juga tidak dimuat dalam edisi cetak Hamshahri pada Minggu, 12 Juli 2026. Fakta tersebut semakin menegaskan bahwa publikasi media itu perlu dibedakan dari keputusan resmi pemerintah atau komando militer Iran.

Karena itu, informasi tersebut lebih tepat diberitakan sebagai publikasi bernada ancaman dari media konservatif Iran, bukan sebagai pengumuman resmi mengenai operasi pembunuhan atau serangan yang telah disetujui pemerintah Iran.

Publikasi tersebut tetap memperlihatkan menguatnya retorika pembalasan di Iran ketika pertempuran dengan Amerika Serikat dan Israel terus meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah.***