Komandan Batalion ke-52 Brigade Lapis Baja ke-401 Israel, Letnan Kolonel Dor Gedalia Ben Simhon, tewas dalam pertempuran di Lebanon selatan. Ia tewas bersama 3 tentara Israel lain setelah tank mereka menjadi sasaran serangan Hizbullah.
Militer Israel menyebut Ben Simhon berusia 32 tahun dan berasal dari Beit HaShita. Serangan itu terjadi saat pasukan Israel menjalankan operasi di wilayah Lebanon selatan pada Jumat (19/6/2026).
Komandan Israel Tewas di Lebanon Selatan
Menurut laporan media Israel, tank yang ditumpangi Ben Simhon dan 3 tentara lain terkena serangan drone atau rudal antitank. Keempatnya tewas dalam insiden tersebut.
Ben Simhon merupakan komandan Batalion ke-52 dari Brigade ke-401. Unit ini dikenal sebagai salah satu brigade lapis baja Israel yang aktif dalam operasi di Gaza dan Lebanon.
The Times of Israel melaporkan Ben Simhon menjadi komandan keempat Batalion ke-52 yang tewas atau terluka sejak perang Israel di Gaza dan Lebanon berlangsung.
Sebelumnya, sejumlah komandan batalion tersebut juga mengalami pergantian akibat luka dalam operasi militer. Kondisi itu menunjukkan tekanan berat yang dihadapi unit tersebut di medan tempur.
Batalion 52 Pernah Jadi Sorotan
Batalion ke-52 Brigade ke-401 sebelumnya pernah menjadi sorotan internasional karena dikaitkan dengan kasus kematian Hind Rajab, gadis Palestina berusia 6 tahun di Gaza.
Hind Rajab meninggal pada Januari 2024 setelah kendaraan yang ditumpanginya bersama keluarga diserang di Kota Gaza. Ia sempat menghubungi layanan darurat saat masih terjebak di dalam mobil.
Ambulans yang dikirim untuk menyelamatkannya juga dilaporkan terkena serangan. Dua petugas medis tewas dalam insiden tersebut, sementara jenazah Hind Rajab ditemukan 12 hari kemudian.
Pada Mei 2025, Hind Rajab Foundation yang berbasis di Belgia mengajukan pengaduan ke Mahkamah Pidana Internasional terhadap sejumlah perwira Israel. Pengaduan itu terkait dugaan kejahatan perang dalam kasus Hind Rajab, keluarganya, dan awak ambulans.
Israel Minta Buruan Militer Tetap Dilanjutkan
Kematian Ben Simhon terjadi di tengah berlanjutnya ketegangan Israel dan Hizbullah di perbatasan Lebanon. Israel menyebut serangan terhadap tank itu sebagai serangan serius terhadap tentaranya.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan belasungkawa atas tewasnya 4 tentara tersebut. Ia juga menyatakan Israel akan membalas serangan Hizbullah.
Insiden ini menambah daftar korban dari pihak militer Israel dalam operasi di Lebanon selatan. Bagi Hizbullah, serangan terhadap tank Israel menjadi bagian dari eskalasi pertempuran yang terus berlangsung di wilayah perbatasan.
Hingga kini, perang Israel di Gaza dan operasi militer di Lebanon masih memicu sorotan internasional. Kasus Hind Rajab tetap menjadi salah satu peristiwa yang paling banyak dibahas dalam laporan-laporan hak asasi manusia terkait perang Gaza.***