Presiden Donald Trump mengumumkan blokade laut AS terhadap Iran akan berlaku kembali pada 14 Juli, sekaligus memungut 20 persen dari kargo yang melintasi Selat Hormuz. Harga minyak dunia melonjak hampir 10 persen.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pemberlakuan kembali blokade angkatan laut terhadap Iran melalui akun Truth Social miliknya, Minggu, 12 Juli 2026. Trump menegaskan Selat Hormuz tetap terbuka bagi lalu lintas internasional, tetapi tidak bagi kapal atau pelanggan yang berhubungan dengan Iran. "Selat Hormuz TERBUKA, dan akan tetap TERBUKA, dengan atau tanpa Iran," tulis Trump.
Dalam pernyataan yang sama, Trump juga mengumumkan Washington akan memungut biaya sebesar 20 persen dari nilai setiap kargo yang melintasi selat tersebut, sebagai kompensasi atas pengamanan militer AS di kawasan. Ia menyebut kebijakan itu sebagai bagian dari peran barunya sebagai "Penjaga Selat Hormuz". Rencana pungutan ini, menurut Reuters, belum memiliki dasar hukum internasional yang jelas.
Ihwal jadwal pelaksanaan, Komando Pusat Militer AS atau CENTCOM menyatakan blokade efektif berlaku pukul 16.00 waktu Washington atau 03.00 WIB pada 15 Juli 2026, mencakup seluruh pelabuhan, terminal minyak, dan garis pantai selatan Iran. Kebijakan ini merupakan kelanjutan dari blokade serupa yang sempat diberlakukan pada 13 April hingga 18 Juni 2026, di mana militer AS mengarahkan lebih dari 140 kapal yang patuh dan melumpuhkan sembilan kapal yang menolak perintah. Joint Maritime Information Center menegaskan kapal netral yang menuju atau berasal dari negara selain Iran tidak termasuk dalam larangan.
Sebelumnya, ketegangan meningkat setelah rudal jelajah Iran dilaporkan menghantam dua kapal tanker Uni Emirat Arab, menewaskan satu orang dan melukai delapan lainnya. Amerika Serikat membalas dengan serangan baru terhadap sejumlah sasaran militer Iran akhir pekan lalu. Rangkaian serangan ini yang mendorong Trump memutuskan mengaktifkan kembali blokade.
Pasar energi langsung bergejolak
Selain blokade dan pungutan, eskalasi tersebut langsung terasa di pasar energi. Harga minyak mentah Brent ditutup melonjak 9,59 persen menjadi USD83,30 per barel pada Senin, kenaikan harian terbesar sejak Mei 2020, sementara WTI naik 9,42 persen menjadi USD78,14 per barel.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi merespons lewat platform X, menyatakan sepakat dengan gagasan kompensasi keamanan tetapi menolak besaran pungutan yang diusulkan Trump. Ia menegaskan posisi Iran sebagai penjaga sah selat tersebut. Araghchi mengkritik wacana pungutan 20 persen sebagai nilai yang terlalu tinggi dan menyebut Iran mampu menawarkan keamanan dengan biaya lebih rendah daripada Amerika Serikat.***