Gempa Venezuela membuat Caracas terpukul setelah dua guncangan kuat terjadi hanya berselang 39 detik pada Rabu malam waktu setempat. Bangunan runtuh, listrik padam, komunikasi terganggu, dan Bandara Internasional Simón Bolívar ditutup sementara.
Gempa Venezuela langsung mengubah situasi Caracas menjadi darurat. Dua gempa besar mengguncang wilayah pesisir barat negara itu dalam waktu sangat singkat.
Gempa pertama bermagnitudo 7,2 terjadi sekitar pukul 18.04 waktu setempat. Hanya 39 detik kemudian, gempa kedua yang lebih kuat bermagnitudo 7,5 mengguncang wilayah sekitar Morón.
Fenomena ini dikenal sebagai doublet earthquake atau gempa kembar. Dampaknya lebih berat karena warga hampir tidak memiliki waktu untuk bereaksi setelah guncangan pertama.
Gempa Venezuela Lumpuhkan Layanan Vital di Caracas
Kerusakan paling terasa muncul di Caracas dan wilayah sekitarnya. Sejumlah bangunan ambruk, rumah warga roboh, dan infrastruktur penting mengalami gangguan serius.
Di Chacao, bagian dari metropolitan Caracas, sedikitnya dua bangunan runtuh total. Wali Kota Chacao, Gustavo Duque, menyebut 18 orang berhasil dievakuasi hidup dari salah satu gedung.
“Kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk menyelamatkan sebanyak mungkin orang,” kata Duque.
Ia juga meminta warga bertahan di lokasi terbuka. Imbauan itu diberikan karena risiko gempa susulan masih membayangi wilayah terdampak.
Bandara Ditutup, Listrik Padam, Komunikasi Terganggu
Dampak lain muncul di sektor transportasi. Bandara Internasional Simón Bolívar Caracas mengalami kerusakan signifikan dan ditutup sementara.
Penutupan bandara membuat penerbangan dihentikan. Kondisi ini ikut menghambat jalur evakuasi darurat dan distribusi bantuan ke wilayah terdampak.
Sementara itu, pemadaman listrik terjadi luas di Caracas dan sejumlah daerah lain. Jaringan komunikasi seluler juga terganggu berat.
Banyak warga kesulitan menghubungi keluarga. Penurunan konektivitas internet membuat koordinasi penyelamatan semakin rumit pada jam-jam awal bencana.
Caracas Hadapi Operasi Darurat Setelah Gempa Kembar
Pemerintah Venezuela membatalkan kegiatan belajar mengajar hingga akhir pekan. Langkah itu diambil agar sumber daya dapat difokuskan pada penyelamatan dan pendataan kerusakan.
Presiden Sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, menetapkan status keadaan darurat nasional. Pemerintah juga meminta dukungan pendanaan dari organisasi multilateral.
Menteri Dalam Negeri Diosdado Cabello mengatakan beberapa bangunan dan rumah ambruk di Caracas. Ia menyebut seluruh sumber daya keamanan dan bantuan sipil dikerahkan.
Di sisi lain, fasilitas kesehatan mulai tertekan. Hospital de Clinicas Caracas meminta staf menggandakan petugas pada shift malam untuk menangani korban gempa.
Hingga Kamis pagi, laporan sementara menyebut sedikitnya 32 orang tewas. Angka itu masih berpotensi berubah karena pencarian korban di bawah reruntuhan terus berlangsung.***