Eksplanasi

Apa Itu Etomidate dan Mengapa Obat Bius Dicampurkan ke Vape?

Apa Itu Etomidate dan Mengapa Obat Bius Dicampurkan ke Vape?
Etomidate yang semestinya digunakan dalam tindakan medis diracik ke cartridge vape tanpa kepastian dosis, pengawasan, dan kendali mutu. (ilustrasi dibuat dengan AI)

Barang bukti etomidate yang disita polisi dari apartemen di PIK. (Samudrafakta)Etomidate seharusnya diberikan melalui pembuluh darah oleh tenaga medis untuk membantu proses anestesi. Ketika dimasukkan ke cartridge vape, dosisnya tidak terukur dan berisiko mengganggu pernapasan, kesadaran, kadar kalium, hingga produksi hormon tubuh.

Penggerebekan rumah di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, membuka sisi lain peredaran narkotika di Indonesia. Zat yang diracik bukan sabu, ekstasi, atau ganja sintetis, melainkan etomidate—obat anestesi yang disalahgunakan melalui cartridge vape.

Polresta Bandara Soekarno-Hatta bersama Bea Cukai membongkar lokasi yang diduga menjadi tempat peracikan cartridge etomidate pada Jumat, 17 Juli 2026. Petugas menangkap LHM alias Hayden, warga Singapura berusia 34 tahun, yang diduga berperan sebagai peracik.

Di dalam rumah tersebut, petugas menemukan perlengkapan laboratorium sederhana dan ribuan cartridge yang disiapkan untuk produksi massal.

“Untuk tersangka sementara kita amankan satu orang warga negara asing yaitu dari Singapura dengan ribuan barang bukti,” kata Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta Kombes Wisnu Wardana.

IMG_6017.webp (94 KB)
Barang bukti etomidate yang disita polisi dari apartemen di PIK. (Samudrafakta)

 

Pengungkapan bermula dari pencegahan pengiriman dua botol bahan baku etomidate seberat sekitar 2.200 gram dari Malaysia. Petugas kemudian melakukan pengembangan hingga menemukan lokasi peracikan di PIK.

Temuan ini memperlihatkan perubahan pola peredaran narkotika. Cartridge yang secara visual menyerupai produk vape biasa dapat berubah menjadi perangkat penghantar obat bius langsung melalui paru-paru.

Apa Itu Etomidate?

Etomidate adalah obat anestesi umum dengan masa kerja singkat. Dalam dunia kedokteran, obat ini diberikan melalui suntikan intravena untuk membantu membuat pasien tidak sadar sebelum tindakan tertentu, terutama pemasangan alat bantu napas atau operasi.

Salah satu keunggulan medis etomidate adalah pengaruhnya yang relatif lebih kecil terhadap tekanan darah dibandingkan beberapa obat anestesi lain. Karena itu, obat ini dapat dipertimbangkan untuk pasien tertentu yang kondisi jantung atau peredaran darahnya tidak stabil.

Namun, pemberiannya membutuhkan dosis yang dihitung berdasarkan kondisi dan berat badan pasien. Tenaga medis juga harus memantau tekanan darah, irama jantung, kadar oksigen, jalan napas, dan efek samping setelah pemberian.

Etomidate bukan obat yang dirancang untuk dihirup secara bebas. Penggunaannya melalui cartridge vape menghilangkan hampir seluruh pengamanan medis tersebut.

Mengapa Dimasukkan ke Vape?

Vape bekerja dengan memanaskan cairan menjadi aerosol yang kemudian dihirup. Mekanisme ini memungkinkan zat di dalam cairan masuk melalui paru-paru dan mencapai peredaran darah dengan cepat.

Dalam penyalahgunaan etomidate, efek cepat itulah yang dicari. Pengguna dapat mengalami sensasi melayang, kehilangan keseimbangan, penurunan kesadaran, atau sedasi singkat setelah menghirupnya.

Di sejumlah negara Asia, produk ini dikenal dengan sebutan “space oil” atau “K-pod”. Nama tersebut tidak menunjukkan kandungan yang pasti. Cartridge yang dipasarkan dengan nama sama dapat mengandung etomidate, turunannya, atau campuran zat lain.

Bentuk cartridge juga memberikan beberapa keuntungan bagi jaringan pengedar:

  • mudah disamarkan sebagai produk vape biasa;

  • berukuran kecil dan mudah dikirim;

  • tidak memiliki bau khas seperti sejumlah narkotika;

  • dapat dikemas menggunakan merek dan rasa yang menarik;

  • serta sulit dibedakan secara visual tanpa pemeriksaan laboratorium.

Inilah alasan istilah “vape etomidate” tidak berarti semua rokok elektrik mengandung etomidate. Zat tersebut hanya dapat dipastikan melalui pengujian laboratorium terhadap cairan atau cartridge yang dicurigai.

Apa yang Terjadi ketika Etomidate Dihirup?

Data mengenai penyalahgunaan etomidate melalui vape masih berkembang. Sebagian besar penggunaan medisnya dilakukan dengan suntikan, bukan inhalasi. Karena itu, dampak seluruh bahan yang terbentuk saat cairan dipanaskan belum dipahami sepenuhnya.

Namun, laporan klinis telah menunjukkan sejumlah risiko serius.

1. Penurunan Kesadaran

Etomidate bekerja menekan aktivitas sistem saraf pusat. Pengguna dapat mengalami kantuk berat, kebingungan, kehilangan koordinasi, pingsan, atau tidak mampu mengendalikan gerakan tubuh.

Efek tersebut berbahaya apabila terjadi saat mengendarai kendaraan, berenang, berada di tempat tinggi, atau tanpa pengawasan orang lain.

2. Gangguan Pernapasan

Sebagai obat anestesi, etomidate dapat menekan pernapasan. Risiko menjadi lebih besar ketika dosis tidak diketahui atau zat digunakan bersama alkohol, obat penenang, opioid, dan bahan lain yang turut menekan sistem saraf.

Pada penggunaan medis, tenaga kesehatan menyiapkan alat bantu napas dan pemantauan oksigen. Perlindungan itu tidak tersedia ketika etomidate dihirup melalui vape.

3. Gerakan Otot Tidak Terkendali

Etomidate dapat menimbulkan myoclonus, yakni gerakan atau sentakan otot yang terjadi tanpa disadari. Dari luar, kondisi tersebut bisa menyerupai kejang.

Pengguna juga dapat kehilangan keseimbangan sehingga berisiko jatuh dan mengalami cedera.

4. Gangguan Kelenjar Adrenal

Salah satu efek penting etomidate adalah menekan pembentukan kortisol oleh kelenjar adrenal. Kortisol dibutuhkan tubuh untuk mengatur tekanan darah, metabolisme, kadar gula, dan respons terhadap stres.

Laporan medis mengenai pengguna vape etomidate menunjukkan gangguan tersebut dapat bertahan bahkan setelah penggunaan dihentikan. Sebuah laporan kasus di Singapura mencatat seorang perempuan mengalami pingsan berulang dan tekanan darah turun saat berdiri. Pemeriksaan menunjukkan insufisiensi adrenal setelah ia menggunakan vape etomidate.

Pemulihan fungsi adrenal pada pasien tersebut membutuhkan sekitar delapan bulan setelah penghentian penggunaan dan terapi medis.

5. Kadar Kalium Turun

Sejumlah laporan kasus juga menemukan hipokalemia atau kadar kalium darah yang sangat rendah pada pengguna vape etomidate.

Kondisi ini dapat menyebabkan:

  • kelemahan otot;

  • kesulitan berjalan;

  • gangguan pernapasan;

  • kelumpuhan sementara;

  • gangguan irama jantung;

  • hingga kematian pada kondisi berat.

Dua kasus yang dilaporkan dalam publikasi medis menunjukkan pengguna mengalami kelemahan tungkai, kesulitan berjalan, tekanan darah tinggi, serta perubahan pada kelenjar adrenal.

Mengapa Dosisnya Sulit Diprediksi?

Dalam prosedur medis, jumlah etomidate dihitung, disuntikkan, dan dicatat secara presisi. Pada cartridge ilegal, tidak ada jaminan mengenai konsentrasi maupun kemurniannya.

Satu cartridge dapat memiliki kandungan berbeda dari cartridge lain meskipun kemasan dan mereknya sama. Proses peracikan rumahan juga membuka kemungkinan kontaminasi atau pencampuran dengan zat lain.

Beberapa faktor membuat dosis yang masuk ke tubuh semakin tidak pasti:

  • suhu perangkat vape;

  • konsentrasi etomidate;

  • volume setiap tarikan;

  • kedalaman dan lamanya pengguna menghirup;

  • jumlah tarikan;

  • serta campuran bahan di dalam cairan.

Karena itu, pengalaman pengguna sebelumnya tidak dapat dijadikan ukuran aman. Cartridge yang tampak sama dapat menghasilkan paparan jauh lebih tinggi.

Bukan Lagi Sekadar Obat Keras

Status hukum etomidate di Indonesia telah berubah.

Pemerintah memasukkan etomidate sebagai narkotika golongan II melalui Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 15 Tahun 2025 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika. Peraturan tersebut berlaku sejak 28 November 2025.

Penetapan itu dilakukan setelah muncul penyalahgunaan etomidate dalam produk vape dan risiko ketergantungan serta bahaya kesehatan masyarakat.

Narkotika golongan II masih dapat digunakan secara terbatas untuk pelayanan kesehatan sebagai pilihan terakhir dan pengembangan ilmu pengetahuan. Namun, produksi, kepemilikan, distribusi, atau penggunaannya di luar ketentuan dapat diproses berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto mengatakan perubahan media peredaran membuat narkotika semakin sulit dikenali.

“Rokok sekarang sudah berevolusi. Isinya bukan lagi sembarangan, tapi mulai disusupi narkotika golongan dua seperti etomidate,” kata Suyudi.

Dengan penggolongan tersebut, istilah “vape narkoba” dapat digunakan jika hasil laboratorium memastikan cartridge mengandung etomidate atau narkotika lain. Sebelum pengujian, istilah yang lebih presisi adalah cartridge yang diduga mengandung etomidate.

Fenomena Lintas Negara

Kasus PIK bukan peristiwa tunggal. Etomidate dalam vape telah ditemukan di sejumlah negara Asia Timur dan Asia Tenggara.

Kantor PBB untuk Urusan Narkoba dan Kejahatan atau UNODC melaporkan cairan elektronik mengandung etomidate ditemukan di China, Hong Kong, Singapura, Thailand, Indonesia, Malaysia, Kamboja, Makau, dan sejumlah wilayah lain.

China mendeteksi peningkatan etomidate dalam cairan vape setelah pengendalian cannabinoid sintetis diperketat pada 2021. Setelah etomidate dikendalikan, pasar ilegal mulai beralih ke senyawa turunannya.

Fenomena itu menunjukkan pola “efek balon”. Ketika satu zat dilarang, produsen ilegal dapat mengganti struktur kimianya untuk menghasilkan zat baru yang belum tercantum dalam regulasi.

UNODC telah mengidentifikasi sejumlah analog etomidate, antara lain metomidate, propoxate, isopropoxate, butomidate, dan 4F-etomidate. Dampak kesehatan dan tingkat kekuatan masing-masing zat belum seluruhnya diketahui.

Pola Malaysia–Indonesia

Sejumlah pengungkapan di Indonesia menunjukkan Malaysia berulang kali muncul sebagai titik asal atau transit.

Pada April 2026, Bea Cukai Batam menggagalkan pengiriman 1.000 cartridge etomidate yang dibawa melalui kapal dari Pasir Gudang, Malaysia. Barang tersebut disembunyikan dalam panci dan kardus.

Dalam kasus PIK, bahan baku sekitar 2.200 gram juga disebut dikirim dari Malaysia. Warga Singapura kemudian diduga didatangkan untuk meraciknya menjadi cartridge siap edar di Indonesia.

Pola tersebut mengindikasikan pembagian peran lintas negara:

  1. bahan baku dikirim dari luar negeri;

  2. peracik masuk ke Indonesia;

  3. rumah atau apartemen disewa sebagai lokasi produksi;

  4. cairan dimasukkan ke cartridge;

  5. produk disebarkan melalui jaringan lokal dan jasa pengiriman.

Namun, penyidik masih perlu mengungkap siapa pemodal, pengendali jaringan, pemesan produk, serta tujuan distribusi cartridge dari rumah di PIK tersebut.

Mengapa Diproduksi di Dalam Negeri?

Meracik etomidate di Indonesia dapat mengurangi risiko penyelundupan cartridge jadi dalam jumlah besar. Bahan baku yang dikirim dalam botol lebih mudah disamarkan dibandingkan ribuan cartridge siap pakai.

Produksi lokal juga memungkinkan jaringan menyesuaikan kemasan dengan pasar Indonesia, mempercepat distribusi, dan mengurangi biaya pengiriman.

Pada Januari 2026, polisi membongkar laboratorium lain yang diperkirakan mampu menghasilkan 30 liter cairan etomidate. Jika setiap cartridge memuat dua mililiter, jumlah tersebut secara teoritis dapat menghasilkan sekitar 15.000 cartridge.

Pada Mei 2026, BNN menyita 1.260 mililiter etomidate dalam serangkaian operasi. Sebulan kemudian, BNN kembali memusnahkan 1.000 cartridge berisi sekitar 1.000 mililiter etomidate yang ditemukan bersama sabu di Kalimantan Timur.

Rangkaian temuan ini menunjukkan Indonesia tidak hanya menghadapi produk jadi yang diselundupkan, tetapi juga peracikan di dalam negeri dan distribusi antardaerah.

Bisakah Cartridge Berbahaya Dikenali?

Cartridge etomidate tidak selalu dapat dibedakan dari produk vape biasa hanya berdasarkan warna, aroma, merek, atau bentuk kemasannya.

Meski demikian, konsumen patut waspada apabila menemukan beberapa tanda berikut:

  • produk tidak memiliki informasi produsen dan komposisi;

  • dijual secara tertutup melalui akun atau grup tertentu;

  • penjual menjanjikan efek melayang atau hilang kesadaran;

  • harga jauh lebih mahal daripada cartridge vape biasa;

  • kemasan menggunakan istilah seperti “space oil” atau “K-pod”;

  • penjual meminta transaksi dengan kode tertentu;

  • atau cairan tidak memiliki dokumen dan jalur distribusi yang jelas.

Kepastian kandungan tetap membutuhkan pemeriksaan laboratorium. Mencium atau mencoba cairan untuk memeriksanya justru berbahaya.

Jika seseorang mengalami pingsan, sesak napas, sentakan otot, kelemahan mendadak, atau kehilangan kesadaran setelah menggunakan vape, segera cari pertolongan medis dan tunjukkan perangkat atau kemasannya kepada tenaga kesehatan.

Celah yang Harus Dikejar Penyidik

Penggerebekan rumah PIK baru menjawab tempat dan orang yang diduga meracik. Sejumlah pertanyaan penting masih terbuka:

  • Siapa pengirim bahan baku dari Malaysia?

  • Siapa yang menyewa dan membiayai rumah produksi?

  • Berapa kandungan etomidate dalam setiap cartridge?

  • Berapa produk yang sudah selesai dibuat dan diedarkan?

  • Ke kota mana produk akan dikirim?

  • Apakah jaringan memakai merek atau kemasan tertentu?

  • Apakah terdapat senyawa lain di dalam cairan?

  • Siapa pengendali dan penerima keuntungan?

Jawaban atas pertanyaan tersebut menentukan apakah kasus PIK hanya lokasi peracikan baru atau bagian dari jaringan lama yang sebelumnya telah mengedarkan etomidate di Jakarta, Batam, Tangerang, Serang, dan wilayah lain.

Etomidate pada dasarnya adalah obat yang memiliki fungsi medis. Bahayanya muncul ketika zat tersebut dipindahkan dari ruang operasi ke cartridge tanpa dosis, pengawasan, dan kendali mutu.

Pada titik itu, vape bukan lagi sekadar produk gaya hidup. Perangkat kecil tersebut telah berubah menjadi alat penghantar narkotika langsung ke tubuh.***