SPMB SD Kota Tangerang tahun ajaran 2026/2027 diperkirakan diikuti sekitar 25 ribu calon murid. Sementara itu, jumlah kursi yang tersedia di SD Negeri hanya sekitar 18 ribu, sehingga persaingan masuk sekolah negeri diprediksi berlangsung ketat.
SPMB SD Kota Tangerang untuk tahun ajaran 2026/2027 segera memasuki tahapan penting setelah jumlah pendaftar terus bertambah dalam beberapa pekan terakhir.
Dinas Pendidikan Kota Tangerang mencatat jumlah calon murid yang mendaftar diperkirakan mencapai 25 ribu siswa.
Di sisi lain, kapasitas sekolah yang tersedia di seluruh SD Negeri hanya sekitar 18 ribu kursi.
Perbedaan jumlah tersebut membuat tidak semua peserta memiliki peluang untuk diterima di sekolah negeri.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar, mengatakan seluruh data yang masuk saat ini masih menjalani proses verifikasi dan validasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, tahapan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh peserta memenuhi persyaratan administrasi sebelum proses seleksi berlanjut.
“Secara keseluruhan, seluruh pendaftar SD yang saat ini terus masuk ke dalam sistem kami terus dilakukan verifikasi dan validasi,” kata Wahyudi.
Selain itu, pihaknya memastikan seluruh data yang telah masuk ke sistem akan diproses sesuai mekanisme yang sudah ditetapkan pemerintah.
Seleksi Dilakukan Secara Daring
Pada pelaksanaan SPMB tahun ini, Pemerintah Kota Tangerang menerapkan sistem pendaftaran dan seleksi secara daring.
Dengan mekanisme tersebut, seluruh proses penerimaan murid baru berlangsung melalui sistem digital yang telah disiapkan.
Menurut Wahyudi, sistem online tersebut bertujuan menciptakan proses seleksi yang lebih transparan dan akuntabel.
Karena itu, seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama sesuai hasil verifikasi data dan aturan yang berlaku.
“Seluruhnya dilakukan secara online, tidak ada titip-titipan. Karena memang semua sudah dilakukan dalam satu sistem online yang transparan dan akuntabel,” ujarnya.
Dalam praktiknya, sistem tersebut juga membantu mempercepat proses pemeriksaan data peserta sekaligus meminimalkan potensi kesalahan administrasi.
Selain itu, masyarakat dapat memantau perkembangan pendaftaran melalui layanan yang telah tersedia secara daring.
Persaingan Masuk SD Negeri Diperkirakan Ketat
Jumlah kursi yang tersedia menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan SPMB tahun ini.
Pemerintah Kota Tangerang menyediakan hampir 18 ribu kursi SD Negeri yang tersebar di berbagai wilayah.
Kapasitas tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan dasar masyarakat.
Namun, jika jumlah pendaftar benar-benar mencapai 25 ribu siswa, maka sekitar tujuh ribu calon murid berpotensi tidak tertampung di sekolah negeri.
Akibatnya, persaingan masuk SD Negeri diperkirakan berlangsung lebih ketat dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
Meski begitu, Disdik Kota Tangerang meminta masyarakat tetap mengikuti seluruh tahapan yang telah ditetapkan sambil menunggu hasil seleksi resmi.
Pemkot Siapkan Sekolah Swasta Gratis
Untuk mengantisipasi keterbatasan daya tampung sekolah negeri, Pemerintah Kota Tangerang telah menyiapkan alternatif pendidikan melalui program sekolah swasta gratis.
Program tersebut melibatkan 63 sekolah swasta yang menjadi mitra pemerintah daerah.
Dengan adanya program itu, anak-anak yang belum memperoleh kursi di SD Negeri tetap dapat melanjutkan pendidikan tanpa terbebani biaya sekolah.
Menurut Wahyudi, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan seluruh anak usia sekolah mendapatkan akses pendidikan yang layak.
“Bagi masyarakat yang belum berkesempatan masuk ke SD Negeri, tidak perlu khawatir. Pemerintah Kota Tangerang telah menyiapkan sekolah swasta gratis,” jelasnya.
Selain menyediakan sekolah alternatif, Pemkot Tangerang juga membuka layanan informasi dan pengaduan bagi masyarakat.
Warga dapat mengakses informasi melalui laman resmi praspmb.tangerangkota.go.id.
Sementara itu, masyarakat yang mengalami kendala selama proses pendaftaran dapat menghubungi layanan pengaduan melalui nomor 0811-1342-488 untuk memperoleh bantuan sesuai kebutuhan.
