Hiburan

Toy Story 5 Cetak Pembukaan Terbesar Waralaba

Toy Story 5 Cetak Pembukaan Terbesar Waralaba
Cuplikan adegan Toy Story 5. (Tangkapan Layar Youtube Pixar)

Tiga dekade setelah film pertama, Woody dan Buzz masih menarik keluarga ke bioskop. Toy Story 5 meraup USD312 juta secara global pada akhir pekan perdana.

Toy Story 5 mencetak pembukaan terbaik sepanjang sejarah waralaba setelah meraup USD312 juta di seluruh dunia pada akhir pekan perdana penayangannya.

Film terbaru Pixar itu mengantongi USD160 juta di Amerika Utara dan USD152 juta dari pasar internasional, menurut data yang dilaporkan Associated Press, Senin, 22 Juni 2026.

Hasil itu menjadikan Toy Story 5 sebagai pembukaan film terbesar tahun ini di Amerika Utara, sekaligus melampaui rekor waralaba sebelumnya yang dipegang Toy Story 4.

Pada 2019, Toy Story 4 membuka penayangan dengan pendapatan USD120,9 juta di pasar Amerika Utara. Film kelima ini melampauinya hampir USD40 juta hanya dalam tiga hari pertama. Box Office Mojo mencatat film keempat itu kemudian meraih lebih dari USD1 miliar secara global.

Nostalgia Keluarga Masih Menjual

Capaian tersebut memperlihatkan daya tarik waralaba keluarga belum surut, meski kebiasaan menonton terus terpecah oleh layanan siaran digital dan konten pendek di telepon seluler.

Toy Story 5 membawa kembali Woody, Buzz Lightyear, dan Jessie dalam cerita tentang ancaman teknologi terhadap dunia bermain Bonnie. Disney menyebut konflik utama film ini muncul ketika para mainan harus berhadapan dengan Lilypad, perangkat tablet yang merebut perhatian anak-anak. Disney

Film yang tayang mulai 19 Juni itu disutradarai Andrew Stanton. Tom Hanks kembali mengisi suara Woody, sementara Tim Allen kembali sebagai Buzz Lightyear dan Joan Cusack memerankan Jessie.

Meski menjadi debut terbesar 2026 di pasar Amerika Utara, Toy Story 5 belum mengambil rekor pembukaan global terbesar tahun ini. Posisi itu masih dipegang The Super Mario Galaxy Movie, yang membuka dengan pendapatan global sekitar USD372,6 juta pada April. 

Namun, angka USD312 juta tetap menegaskan satu hal: nostalgia yang dikemas sebagai tontonan keluarga masih menjadi taruhan paling aman bagi studio besar Hollywood.***