Internasional

Iran Mulai Pemakaman Khamenei Tepat di Hari Kemerdekaan AS

Iran Mulai Pemakaman Khamenei Tepat di Hari Kemerdekaan AS
Iran resmi memulai prosesi pemakaman kenegaraan mantan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei pada Sabtu (4/7/2026). (Tangkapan Layar IRNA)

Prosesi berlangsung selama enam hari di Teheran, Qom, Irak, hingga Mashhad — digelar bertepatan dengan peringatan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat.

Iran secara resmi memulai prosesi pemakaman kenegaraan mantan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei pada Sabtu (4/7/2026), empat bulan lebih setelah ia tewas dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026.

Peti jenazah Khamenei mulai disemayamkan di Grand Mosallah, Teheran — kompleks ibadah terbesar di Iran — sejak pagi hari. Ribuan pelayat memadati lokasi bahkan sebelum upacara resmi dimulai.

Pemilihan tanggal 4 Juli menuai perhatian luas. Hari yang sama, Washington dan berbagai kota AS merayakan peringatan 250 tahun kemerdekaannya. Sejumlah pengamat menilai momen itu disengaja sebagai sinyal bahwa Republik Islam tetap berdiri di tengah konflik dengan AS dan Israel.

Prosesi Enam Hari, Lima Kota

Rangkaian pemakaman berlangsung hingga 9 Juli dan melintasi sejumlah kota penting. Di Teheran, jenazah disemayamkan pada 4–5 Juli untuk penghormatan publik, sebelum prosesi akbar digelar pada 6 Juli. Jenazah kemudian dibawa ke Qom pada 7 Juli — kota suci Syiah tempat Khamenei pernah menempuh pendidikan agama.

Pada 8 Juli, prosesi berlanjut ke Irak, mencakup Baghdad, Najaf, dan Karbala. Pemakaman akhir dijadwalkan pada 9 Juli di Kompleks Makam Imam Reza, Mashhad — kota kelahiran Khamenei — yang merupakan salah satu situs paling suci bagi umat Syiah sedunia.

Pemerintah Iran menargetkan 15 hingga 20 juta pelayat menghadiri seluruh rangkaian, dengan menyediakan transportasi, akomodasi, dan konsumsi secara gratis.

Ketegangan Tak Mereda

Di balik lautan duka, dinamika geopolitik terus bergerak. Selama prosesi berlangsung, Iran menunda sementara negosiasi dengan AS di Doha. Sebaliknya, Washington justru mengerahkan lebih dari 2.000 personel Marinir tambahan ke kawasan Timur Tengah.

Prosesi ini sekaligus menjadi penampilan publik pertama sebagai acara kenegaraan bagi Pemimpin Tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, putra almarhum. Mojtaba belum sekali pun tampil di hadapan publik sejak perang Iran-AS-Israel pecah empat bulan lalu.

Imam Salat Jumat Qom, Ayatollah Mohammad Saidi, menyebut kehadiran massa dalam prosesi sebagai "referendum lain" bagi Republik Islam.

Delegasi yang hadir mencakup perwakilan dari Malaysia, Armenia, Hizbullah Lebanon, kelompok-kelompok Palestina, serta sejumlah faksi politik Irak dan kawasan.***