Hiburan

Sinopsis 'Wings of Dread': Aksi Iko Uwais Jadi Teroris Pesawat di Film Rating 7,4 IMDb

Sinopsis 'Wings of Dread': Aksi Iko Uwais Jadi Teroris Pesawat di Film Rating 7,4 IMDb
Sinopsis Wings of Dread, film aksi terbaru Iko Uwais dan Ashton Chen. Kisah pembajakan pesawat ini meraih rating 7,4 IMDb dan tayang di Indonesia Agustus 2026

Sinopsis Wings of Dread menjadi pencarian banyak penggemar film aksi setelah film ini mempertemukan Iko Uwais dan Ashton Chen dalam pertarungan sengit di atas pesawat yang dibajak. Film produksi Tiongkok tersebut juga mendapat respons positif sejak dirilis pada Juli 2026.

Wings of Dread menarik perhatian publik sejak film ini tayang melalui platform streaming iQIYI pada 3 Juli 2026. Film bergenre aksi-thriller tersebut menghadirkan cerita menegangkan tentang upaya penyelamatan pesawat yang dibajak saat berada di ketinggian 10.000 meter.

Selain premis yang menarik, film ini juga menjadi sorotan karena menampilkan aktor Indonesia Iko Uwais sebagai tokoh antagonis utama. Kehadirannya menjadi salah satu alasan mengapa Wings of Dread ramai diperbincangkan oleh penonton Asia, termasuk Indonesia.

Tak hanya itu, film ini mempertemukan dua bintang laga dengan latar seni bela diri berbeda. Ashton Chen membawa kemampuan kungfu khas Tiongkok, sementara Iko Uwais mengandalkan pencak silat yang sudah dikenal luas di dunia perfilman internasional.

Sinopsis Wings of Dread

Wings of Dread berpusat pada karakter Gu Chaoyang yang diperankan Ashton Chen. Ia merupakan seorang polisi udara atau air marshal yang bertugas menjaga keamanan selama penerbangan berlangsung.

Pada awalnya, perjalanan pesawat komersial tersebut berlangsung normal seperti penerbangan pada umumnya. Namun situasi berubah drastis ketika sekelompok teroris mengambil alih kendali pesawat di tengah perjalanan.

Kelompok pembajak itu dipimpin oleh seorang kriminal berbahaya yang diperankan Iko Uwais. Karakter tersebut digambarkan sebagai sosok yang dingin, kejam, dan tidak ragu menggunakan kekerasan demi mencapai tujuannya.

Dalam kondisi yang semakin berbahaya, Gu Chaoyang harus bertindak cepat untuk melindungi para penumpang. Ia menjadi satu-satunya harapan untuk menghentikan aksi para pembajak sebelum situasi berubah menjadi bencana besar.

Dengan ruang gerak yang terbatas di dalam kabin pesawat, setiap keputusan menjadi sangat penting. Kesalahan kecil dapat membahayakan puluhan nyawa yang berada dalam penerbangan tersebut.

Duel Ashton Chen dan Iko Uwais Jadi Daya Tarik Utama

Salah satu kekuatan utama Wings of Dread terletak pada adegan aksinya. Film ini menghadirkan pertarungan jarak dekat yang berlangsung di lorong sempit dan kabin pesawat.

Yang menarik, duel antara Ashton Chen dan Iko Uwais menjadi sajian utama yang paling dinantikan penonton. Keduanya menampilkan kemampuan bela diri dengan karakter yang berbeda.

Ashton Chen mengandalkan gerakan kungfu yang cepat dan presisi. Sebaliknya, Iko Uwais menampilkan gaya bertarung silat yang agresif dan penuh tekanan.

Kombinasi dua gaya bela diri tersebut menghasilkan adegan pertarungan yang intens. Banyak penonton menilai koreografi aksinya menjadi salah satu nilai jual terbesar film ini.

Peran Antagonis Iko Uwais Panen Pujian

Penampilan Iko Uwais sebagai villain mendapat banyak respons positif dari penonton. Karakter yang ia mainkan dianggap berhasil menghadirkan ancaman nyata sepanjang cerita.

Faktanya, banyak penggemar menilai peran tersebut mengingatkan pada karakter brutal yang pernah dimainkan Iko dalam The Night Comes for Us.

Selain itu, ekspresi dingin dan gaya bertarung yang mematikan membuat tokoh yang diperankannya terasa meyakinkan sebagai pemimpin kelompok teroris.

Tak sedikit komentar di media sosial yang menyebut bahwa Iko terlihat sangat nyaman memainkan karakter antagonis dalam film ini.

Rating dan Respons Penonton

Sejak dirilis di iQIYI wilayah Tiongkok, Wings of Dread memperoleh sambutan positif dari komunitas pencinta film aksi.

Film ini mencatat rating awal 7,4 dari 10 di IMDb. Angka tersebut menjadi sinyal positif bagi film yang mengandalkan kombinasi thriller dan laga dalam satu cerita.

Banyak ulasan memuji ketegangan yang berhasil dipertahankan sejak awal hingga akhir film. Selain itu, suasana pertarungan di dalam pesawat dinilai mampu memberikan pengalaman berbeda dibanding film aksi pada umumnya.

Beberapa penonton bahkan membandingkan intensitas adegan laga dalam Wings of Dread dengan nuansa brutal yang pernah hadir dalam film The Raid.

Kapan Wings of Dread Tayang di Indonesia?

Saat ini Wings of Dread sudah tersedia melalui platform streaming iQIYI. Namun akses awal film tersebut dilaporkan masih terbatas untuk wilayah Tiongkok.

Sementara itu, penggemar di Indonesia tidak perlu menunggu terlalu lama. Film ini dipastikan akan tayang di bioskop Indonesia pada Agustus 2026.

Distributor Feat Pictures telah membawa film tersebut untuk penayangan layar lebar. Meski demikian, jadwal resmi dan tanggal rilis pasti masih menunggu pengumuman lebih lanjut.

Dengan kombinasi aksi intens, cerita menegangkan, dan duel dua bintang laga Asia, Wings of Dread menjadi salah satu film yang paling dinantikan penggemar genre action tahun ini.***