Ekonomi & Bisnis

VW Siapkan PHK 100 Ribu, Rencana Pabrik Cikampek Ikut Dipertanyakan

VW Siapkan PHK 100 Ribu, Rencana Pabrik Cikampek Ikut Dipertanyakan
Volkswagen dikabarkan menyiapkan PHK hingga 100.000 pekerja dan penutupan empat pabrik di Jerman. Di tengah pemangkasan investasi global, rencana produksi ID.Buzz di Cikampek pun kini ikut menjadi tanda tanya. (Ilustrasi Forensik Narasi)

Dokumen internal bocor: Volkswagen rancang pemutusan kerja terbesar dalam 89 tahun sejarahnya. Di Indonesia, komitmen produksi ID.Buzz di Cikampek kini menggantung.

Ingo Speich, manajer portofolio di Deka — salah satu pemegang saham Volkswagen — langsung bereaksi keras ketika bocoran dokumen restrukturisasi besar-besaran VW muncul ke publik, Jumat (26/6/2026).

"Biaya tinggi hanya gejala, bukan penyebab. Akar masalahnya adalah lemahnya penjualan," kata Speich kepada Reuters. "VW harus menghadirkan produk yang diminati pasar — barulah perdebatan soal biaya selesai dengan sendirinya."

Bocoran itu bersumber dari dokumen internal yang diperoleh majalah bisnis Jerman Manager Magazin dan dikonfirmasi dua sumber Reuters. VW disebut mempertimbangkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 100.000 karyawan sekaligus penutupan empat pabrik di Jerman.

Restrukturisasi ini digambarkan sebagai yang terbesar dalam sejarah industri otomotif global. Keputusan finalnya dijadwalkan dibahas dalam rapat dewan pengawas VW pada 9 Juli mendatang.

Juru bicara VW menolak berkomentar atas dokumen yang disebutnya "rahasia internal," namun mengakui: "Seluruh grup, termasuk merek dan anak perusahaannya, harus menjalani perubahan mendasar."

Jika terealisasi, 100.000 orang yang dirumahkan setara 15 persen dari 667.164 karyawan global VW. Angka itu dua kali lipat dari target awal — pengurangan 50.000 posisi hingga 2030 — yang sudah menghasilkan 28.000 perjanjian perpisahan di VW, Audi, Porsche, dan unit perangkat lunaknya, CARIAD.

Dihantam Tiga Tekanan Sekaligus

Krisis ini bukan datang tiba-tiba. Tiga tekanan menghantam VW bersamaan: gempuran kendaraan listrik murah asal China, tarif impor tinggi ke Amerika Serikat, dan anjloknya permintaan di Eropa.

Firma riset AlixPartners mencatat pangsa pasar produsen non-China di China ambruk dari 57 persen pada 2020 menjadi hanya 32 persen pada 2025. VW tergeser ke peringkat ketiga di negara itu setelah bertahun-tahun mendominasi pasar.

Tarif AS membebani pendapatan VW EUR4 miliar per tahun, menurut Direktur Keuangan Arno Antlitz dalam rapat hasil kinerja kuartal I 2026. Laba operasional periode itu turun 14,3 persen menjadi EUR2,5 miliar — di bawah ekspektasi analis — dengan pendapatan EUR75,7 miliar, menurut siaran pers resmi VW tertanggal 30 April 2026.

Saham VW anjlok 3,4 persen ke level terendah dalam 16 tahun pada hari bocoran itu muncul, dan sudah tergerus lebih dari seperempat nilainya sepanjang 2026, menurut Reuters. Selain PHK, VW berencana memangkas anggaran investasi 15 persen menjadi sedikit di atas EUR130 miliar dalam lima tahun ke depan, serta memisahkan merek VW inti dan operasi suku cadang menjadi entitas tersendiri, sebagaimana dilaporkan Manager Magazin.

Empat pabrik yang terancam tutup — Hanover, Zwickau, dan Emden milik VW, serta Neckarsulm milik Audi — secara total mempekerjakan lebih dari 45.000 orang.

Rencana Cikampek Ikut Menggantung

Ihwal dampak terhadap Indonesia, VW melalui PT Garuda Mataram Motor sebelumnya berkomitmen memproduksi kendaraan listrik ID.Buzz di pabrik PT National Assemblers, Cikampek, Jawa Barat — berkapasitas 15.000 unit per tahun dengan investasi Rp51,69 miliar.

Namun dengan anggaran global yang dipangkas, komitmen itu kini dipertanyakan. Penjualan VW di Indonesia hanya mencapai 74 unit sepanjang Januari–Oktober 2024, menurut data yang dilaporkan Kompas. Angka itu menambah keraguan atas kelayakan investasi lokal tersebut.

Hingga berita ini ditulis, Volkswagen Indonesia belum memberikan pernyataan resmi mengenai dampak restrukturisasi global terhadap rencana produksi di Cikampek.

Sebelumnya pada 2024, Blume sempat mencoba menutup sejumlah pabrik di Jerman, namun mundur setelah serikat pekerja melancarkan mogok besar-besaran. Kali ini, IG Metall dan dewan pekerja VW menegaskan tidak akan mundur. "Jika rencana-rencana itu benar-benar dijalankan, kami akan mencegahnya dengan segala cara," demikian pernyataan bersama keduanya, Jumat (26/6/2026).***