Potret lawas yang menampilkan pesepak bola Argentina memandikan bayi yang kini menjadi pemain andalan Spanyol dipastikan asli. Keduanya siap berhadapan dalam perebutan gelar juara dunia.
Perwakilan resmi Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) mengonfirmasi keaslian foto lawas yang menampilkan Lionel Messi memandikan Lamine Yamal semasa bayi. Potret jepretan 2007 itu sebelumnya sempat diduga publik sebagai hasil manipulasi kecerdasan buatan.
"Ya, foto-foto yang Anda lihat itu nyata. Lebih dari 18 tahun yang lalu, seorang bayi bernama Lamine Yamal dan ibunya, Sheila, bertemu dengan Lionel Messi dalam pemotretan penggalangan dana," sebut pernyataan resmi UNICEF.
Ihwal potret tersebut, jepretan itu merupakan karya fotografer Associated Press (AP), Joan Monfort, untuk sebuah kalender amal. Saat pemotretan berlangsung, Messi masih berusia 20 tahun sementara Yamal baru menginjak usia enam bulan.
Pertemuan di Final Piala Dunia 2026
Kedua sosok dengan selisih usia 18 tahun tersebut kini akan saling berhadapan di lapangan hijau. Messi akan memimpin tim nasional Argentina, sedangkan Yamal memperkuat kesebelasan Spanyol pada partai puncak Piala Dunia 2026.
Laga final antara Spanyol dan Argentina dijadwalkan berlangsung di Stadion New York/New Jersey pada Senin, 20 Juli 2026. Pertandingan penentuan gelar juara dunia tersebut akan memulai sepak mula pada pukul 02.00 WIB.
Sebelumnya, Argentina berhasil membalikkan keadaan untuk menang 2-1 atas Inggris pada laga semifinal, Kamis lalu. Sempat tertinggal oleh gol Anthony Gordon, dua umpan dari Messi yang diselesaikan Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez memastikan kemenangan mereka.
Selain itu, Spanyol juga melaju ke final usai menundukkan Prancis dengan skor 2-0 di Stadion Dallas. Kemenangan skuad La Furia Roja dipastikan melalui eksekusi penalti Mikel Oyarzabal serta gol tambahan dari Pedro Porro.
Duta Persahabatan Global
Di luar rivalitas jelang laga puncak, UNICEF mencatat bahwa kedua pemain ini menjabat sebagai Duta Persahabatan. Keduanya menggunakan ketenaran dan platform mereka untuk mengadvokasi serta mendukung hak-hak anak di seluruh dunia.
"Kini, pencapaian mereka di lapangan menginspirasi jutaan orang. Tujuannya agar setiap anak dapat bertahan hidup, tumbuh berkembang, dan mewujudkan potensi mereka. Kami bangga memiliki mereka di dalam tim kami," tulis pernyataan penutup UNICEF.***