Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia berada dalam kondisi survival dan menyebut penyelundupan “ibarat menikam bangsa kita” dalam Sidang Kabinet Paripurna dua tahun pemerintahan pada Rabu (21/10). Pada hari yang sama, Kapolri mengumumkan 11 korporasi menjadi tersangka kebakaran hutan dan lahan, sebuah praktik yang Prabowo sebut sebagai “terorisme lingkungan”.
“Penyelundupan adalah ibarat menikam bangsa kita, menikam badan kita. Penyelundupan adalah usaha untuk membunuh ekonomi kita,” kata Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta.
Ia merinci komoditas yang menurutnya banyak keluar secara ilegal: timah, emas, batu bara, kayu, BBM bersubsidi, dan pupuk bersubsidi. Ia juga menyinggung penyelundupan ke dalam, berupa narkotika dan barang yang berpotensi menutup pabrik dalam negeri.
“Kita sekarang berada dalam kondisi harus survival. Kekayaan kita, sumber alam kita, itu adalah ibarat darah kita. Kalau darah kita bocor terus, tidak mungkin badan kita selamat,” ujarnya.
Satu komoditas yang ia sebut memiliki angka resmi. Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama menyatakan pada 15 September bahwa sekitar 330 kilogram emas berhasil dicegah keluar sejak Januari hingga 14 September.
Sebelumnya, pada 18 Agustus, ia menyebut 32 upaya penyelundupan emas digagalkan sepanjang Januari–Agustus, dengan nilai keekonomian Rp846,94 miliar. Modusnya antara lain menyembunyikan emas dalam peralatan elektronik dan melekatkannya pada tubuh.
Seberapa jauh klaim energinya terkonfirmasi?
Sebagian terkonfirmasi, sebagian masih berjarak dari peta jalan resmi.
“Kita sudah mencapai B50 dan kita sekarang akan berjuang untuk etanol menjadi E-50,” katanya. Klaim B50 memang berpijak. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia meluncurkan program itu pada 9 Juli dan menyatakan Indonesia berhenti mengimpor solar. “Dengan implementasi B50, maka alhamdulillah kita tidak lagi melakukan impor produk solar ke negara kita,” ujarnya saat itu. Sebelumnya Indonesia mengimpor sekitar 3–4 juta kiloliter solar per tahun, dari konsumsi nasional 38–40 juta kiloliter.
Penyalurannya pun bertahap. Per 31 Agustus, Direktur Jenderal EBTKE Eniya Listiani Dewi mencatat penyaluran total 75–80 persen, dengan target 100 persen di seluruh SPBU pada 1 Oktober. Kementerian ESDM memproyeksikan penghematan devisa sekitar Rp170 triliun dan pengurangan emisi 44,46 juta ton setara karbon dioksida pada 2026.
Jadwal etanolnya berbeda cerita. Dalam pidato, Prabowo menyebut E10 “tahun ini”, E20 dalam dua tahun, dan E50 dua tahun setelahnya. Namun pada 22 September, Bahlil menyatakan mandatori etanol dimulai pada 2027 dengan E10, lalu E20 pada 2028, sedangkan target waktu E50 belum ia rinci. Selisih setahun antara pernyataan Presiden dan peta jalan kementeriannya belum dijelaskan.
Konsumsi bensin nasional sendiri sekitar 39–40 juta kiloliter per tahun, dengan bahan baku etanol bersumber dari tebu, singkong, dan jagung. Peneliti Universitas Padjadjaran Yayan Satyakti menilai B50 perlu ditinjau karena berisiko menambah utang karbon dari pembukaan hutan dan lahan gambut, mengingat bahan bakunya minyak sawit mentah.
Apa arahannya soal karhutla?
Prabowo menyatakan penyelidikan lapangan menunjukkan kebakaran “tidak semata-mata alamiah”. Ia memerintahkan kepolisian, kejaksaan, dan Kementerian Kehutanan, dibantu TNI dan intelijen, menyelidiki keterlibatan korporasi secara tuntas.
“Kalau buktinya sudah jelas kita akan bertindak, kita akan cabut semua izin perusahaan-perusahaan yang melanggar,” tegasnya. Pembakar yang sengaja ia sebut melakukan terorisme lingkungan dan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Arahan itu bertemu dengan pengumuman pada hari yang sama. Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menyatakan 11 korporasi sudah menjadi tersangka, tiga di antaranya berstatus penanaman modal asing dan beroperasi di Kalimantan. Kementerian Kehutanan juga mengeklaim telah menjatuhkan sanksi administratif kepada 32 korporasi.
Bagaimana suasana sidangnya?
Sidang bertajuk “2 Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri” berlangsung di halaman tengah Istana, dihadiri para menteri, menteri koordinator, Dewan Pertimbangan Presiden, serta jajaran tertinggi TNI dan Polri.
Prabowo membuka dengan apresiasi kepada Kabinet Merah Putih. “Saya ingin ucapkan terima kasih atas kekompakan dan teamwork yang ditunjukkan selama dua tahun ini,” katanya, sembari mengingatkan agar capaian tidak membuat pemerintah sombong maupun rendah diri. Prabowo dan Gibran Rakabuming Raka dilantik pada 20 Oktober 2024.