Nasional

Menko Polkam Dudung: Prabowo Beri Perhatian Besar pada Karhutla

Menko Polkam Dudung: Prabowo Beri Perhatian Besar pada Karhutla
Menkopolkam Dudung Abdurachman.

Asap kebakaran hutan dan lahan mulai mengganggu negara tetangga. Presiden Prabowo Subianto lalu memanggil rapat terbatas di Istana Merdeka untuk menyusun langkah prioritas.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman menyatakan Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian besar pada kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang asapnya kini dikeluhkan negara-negara tetangga.

Pernyataan itu disampaikan Dudung kepada wartawan sebelum rapat terbatas di Istana Merdeka, seperti terlihat dalam video yang diunggah kanal MerdekaDotCom di YouTube pada 12 Oktober 2026.

Rapat itu digelar mendadak. Menurut deskripsi video, hadir Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto, dan sejumlah menteri. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ikut lewat konferensi video dari lokasi bencana.

Lahan gambut jadi batu sandungan

Dampak asap yang melintasi batas negara membuat Presiden memberi perhatian khusus, kata Dudung. Ia menyebut sulitnya pemadaman karena banyak titik api berada di lahan gambut.

"Memang dampaknya kan ke negara-negara tetangga makanya beliau sangat konsern sekali karena memang banyak lahan-lahan gambut yang sulit untuk dipadamkan," kata Dudung.

Dudung, yang juga ketua pengarah penanganan kebakaran hutan dan lahan, mengatakan personel TNI, Polri, dan satuan terkait sudah dikerahkan. Ia mengakui wilayah yang harus ditangani sangat luas.

Laporan progres dan prioritas

Dalam rapat, Dudung berencana melaporkan perkembangan penanganan di daerah yang menjadi pusat kebakaran, seperti Sumatera Selatan dan Riau. Laporan mencakup bagian yang sudah ditangani serta persentase pekerjaan yang rampung.

Selain itu, pemerintah akan memaparkan langkah konkret berikutnya dan menentukan mana yang diprioritaskan. Dudung berharap Presiden memberi arahan khusus agar penanganan berjalan lebih intensif.

Asap itu juga berdampak pada penerbangan. Dudung mengaku perjalanannya ke Sumatera Selatan beberapa hari sebelumnya sempat tertunda karena kondisi udara.

"Nah, ini mungkin Bapak Presiden sangat perhatian untuk konsentrasi bagaimana menangani masalah ini," ujar Dudung.

*