Kementerian Kehutanan memperkuat operasi pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah setelah jumlah titik panas meningkat, menurut keterangan kementerian pada Minggu, 11 Oktober 2026. Langkah itu mencakup pemantauan intensif, pemeriksaan lapangan, serta operasi darat dan udara. Penanganan karhutla juga dibahas dengan Malaysia.
Kementerian melaporkan 793 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi secara nasional berdasarkan pemantauan hingga Sabtu malam, 10 Oktober. Sehari sebelumnya tercatat 437 titik.
Kalimantan Tengah mencatat 288 titik panas, naik dari 122. Sebaliknya, Sumatera Selatan turun dari 107 menjadi 60 titik.
Titik Panas Bukan Jumlah Kebakaran
Kementerian Kehutanan menekankan perlunya membaca data satelit secara tepat.
“Hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi melalui satelit,” demikian keterangan kementerian.
Menurut kementerian, titik panas tidak dapat langsung disamakan dengan jumlah kebakaran atau luas lahan terbakar. Satu kebakaran bisa menghasilkan beberapa titik panas. Verifikasi lapangan diperlukan untuk memastikan kondisi dan menentukan penanganan.
Operasi Darat dan Udara
Pemerintah menyebut telah menyiagakan 61 armada udara: 17 untuk patroli dan operasi modifikasi cuaca serta 44 untuk pemadaman melalui pengeboman air.
Operasi udara mendukung petugas di darat yang melakukan patroli, pemadaman, pembasahan, dan pendinginan. Penanganan kawasan gambut memerlukan perhatian khusus karena bara dapat bertahan di bawah permukaan.
Komunikasi dengan Malaysia
Penanganan karhutla juga dibawa ke jalur diplomasi. Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan, menindaklanjuti komunikasi Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri Anwar Ibrahim.
Dalam keterangan Sabtu, 10 Oktober, yang diberitakan ANTARA pada Minggu, Arrmanatha menyebut Indonesia telah menerjunkan lebih dari 60.000 personel untuk penanganan karhutla.
“Harapan kita ini segera akan reda, karena juga diperkirakan cuaca akan ada hujan,” katanya.
Anwar sebelumnya menyatakan Malaysia bersedia membantu Indonesia menghadapi kebakaran dan kabut asap yang berdampak pada kesehatan masyarakat.